SIAP MENERIMA PROSES TUHAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 06 MARET 2022

 

SIAP MENERIMA PROSES TUHAN

 

Kejadian, 37:39-41

Inilah riwayat keturunan Yakub. Yusuf, tatkala berumur tujuh belas tahun – jadi masih muda – biasa menggembalakan kambing domba, bersama-sama dengan saudara-saudaranya, anak-anak Bilha dan Zilpa, kedua isteri ayahnya. Dan Yusuf menyampaikan kepada ayahnya kabar tentang kejahatan saudara-saudaranya……Lalu Firaun menamai Yusuf : Zafnat-Paaneah, serta memberikan Asnat, anak Potifera, imam di On, kepadanya menjadi isterinya. Demikianlah Yusuf muncul sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir. Yusuf berumur tiga puluh tahun ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir itu. Maka pergilah Yusuf dari depan Firaun, lalu dikelilinginya seluruh tanah Mesir (Kej 37:2, 41:45-46)

 

Shalom, Tidak ada kemuliaan tanpa didahului oleh proses dari Tuhan. Bersihkanlah   aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! (Maz 51:9). Hari ini kita akan belajar bersama dari seorang tokoh yang bernama “Yusuf” dan bagaimana Tuhan memproses hidupnya sehingga akhirnya menjadi orang nomor 2 di kerajaan Mesir. Yusuf diproses Tuhan selama 13 tahun. Paling tidak ada tiga Proses Tuhan dalam kehidupan Yusuf menurut Kejadian 37: 39-41:

Pertama, Tuhan memperoses Yusuf melalui “karakter keluarga” (Pasal 37). Yusuf di pada saat itu berusia 17 tahun, masih muda, menggembalakan kambing domba,  Mengadu kejahatan saudara-saudaranya kepada ayahnya (2) dan Yusuf Mengaborsi visi Ilahi dengan menyampaikan 2 mimpinya kepada saudara-saudaranya dan orang tua (Berkas gandum- ayat 6, matahari, bulan dan bintang sujud menyembah kepadaku- ayat 9. Yusuf memiliki ayah yang pilih kasih terhadap anak-anaknya; Dari sekian banyak anak yang Yakub miliki, Yusuf adalah anak yang paling ia kasihi (Kejadian 37:3)-alasan: pada masa tua Yakub. Di buat Jubah yang maha indah (3b). dampaknya, saudara-saudaranya sangat benci dan iri terhadap Yusuf (4), Pada suatu hari saudara-saudaranya melemparkan Yusuf masuk ke dalam sumur (37:22). Menjual Yusuf ke orang Ismael dengan harga 20 Syikal perak-syikal Israel sekarang Rp 100.000 (27-28) dan Yusuf juga dijual ke tanah Mesir untuk dijadikan sebagai seorang budak (37:28).

Kedua. Tuhan memproses Yusuf melalui “Status menjadi budak” (Pasal 39). Adapun Yusuf, ia dijual oleh orang Midian/Ismael itu ke Mesir, kepada Potifar, seorang pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja (Kej 37:36, 41:1). Perubahan Status dari seorang anak yang disayangi menjadi seorang :”Budak”. Kata עֶבֶד – ‘EVED, “budak” atau “hamba“ berasald ari akar kata: עָבַד – ‘AVAD (verb). Dari akar kata ini juga muncul kata עֲבֹדָה – ‘AVODAH, yang dapat berarti: pekerjaan-orang-orang yang menjadi milik orang lain (tidak berkuasa terhadap diri dan tubuhnya sendiri). Respon Yusuf sebagai budak; Yusuf bertanggungjawab dan berhasil dalam segala pekerjaannya karena di sertai Tuhan (2-6). Yusuf lebih taat kepada Tuan Surgawi daripada tuan duniawi yang penuh dengan nafsu birahi-kedagingan (7-12). Siap menanggung resiko-konsekuensi dari keputusan dan fitnahan (13-19).

Ketiga, Tuhan memproses Yusuf melalui “Penjara” (Pasal 40-41). Perubahan Status lagi; dari Budak yang bebas bergerak di rumah tuannya. Sekarang di Penjara (kej 39:20-23). Respon Tuhan terhadap Yusuf: Tuhan menyertai Yusuf dipenjara dan dilimpahkan kasih setianya (Kej 39:21)-Yusuf disayangi kepala penjara. Di dalam prosesnya Tuhan tidak ada istilah potong jalan! Ketika Tuhan memproses hidup Yusuf, Ia tidak berhenti sampai kehidupan Yusuf yang lama dimatikan. Tuhan merendahkan Yusuf supaya hanya nama Tuhan saja yang ditinggikan. Saat Yusuf berada di dalam penjara selama sekitar 2 tahun sekalipun, ia masih tetap mencoba untuk mengandalkan kekuatannya sendiri (40:14). Maka dari itu Tuhan membiarkan Yusuf tinggal di dalam penjara selama 2 tahun lagi lamanya (40: 23). Dari segala Proses Tuhan yang Yusuf jalani, Yusuf tetap mengandalkan dan memuliakan Tuhan, buktinya: Hanya setelah Yusuf dibuang ke dalam sumur, dijual sebagai budak, dan masuk ke dalam penjara selama kurang lebih 4 tahun ia siap untuk dipakai oleh Tuhan. Pada waktu itu kehidupan Yusuf telah dimurnikan oleh Tuhan, tidak ada lagi sifat pamer dalam hidupnya. Saat Firaun berkata kepada Yusuf untuk menafsirkan mimpinya, Yusuf menjawab: “Bukan sekali-kali aku, melainkan Allah juga yang akan memberitakan kesejahteraan kepada tuanku Firaun” (41:16). Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kej 50:20)

Tuhan Yesus memberkati dan menjadikan kita berkat dimanapun dan dalam situasi apapun……!!!

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.