KASIH YANG BERKORBAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 27 FEBRUARI 2022

 

KASIH YANG BERKORBAN.

“ Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku, jangan makan dan jangan minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangku pun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; KALAU TERPAKSA AKU MATI, BIARLAH AKU MATI.”  (Ester 4 : 16.)

 

Ester adalah salah satu keturunan orang Yahudi yang dibuang ke Babel, yang setelah kerajaan Babel dikalahkan oleh Persia, maka mereka berada dibawah kekuasaan Ahasyweros raja Persia dan tinggal di benteng Susan. Setelah ratu Wasti dibuang oleh raja Ahasyweros, raja membuat sayembara pemilihan ratu pengganti Wasti. Dengan pertolongan Tuhan dengan bantuan Mordekhai saudara sepupunya, Ester terpilih menjadi Ratu kerajaan Persia. Saat peristiwa ini terjadi, Ester adalah isteri dari Ahasyweros raja Persia yang tinggal di benteng Susan.

Oleh sebab Mordekhai saudara sepupu Ester sebagai orang Yahudi yang tidak diperbolehkan menyembah allah lain apalagi manusia menolak untuk tunduk menyembah kepada Haman, panglima raja Persia, maka Haman sangat marah dan merencanakan untuk membunuh Mordekhai dan memusnahkan seluruh bangsa Yahudi (Ester 3 : 1-15). Sebagai Ratu, yang adalah isteri raja, Ester sesungguhnya dalam posisi yang tidak mungkin ikut di bunuh. Akan tetapi sebagai bangsa Yahudi, Mordekhai memperingatkan Ester bahwa sangat mungkin juga akan dibunuh. Oleh sebab itu Mordekhai memperingatkan dan meminta ratu Ester untuk melakukan suatu tindakan untuk menyelamatkan bangsanya (Ester 4 : 13-14).

Ester mendengarkan nasihat Mordekhai dan memutuskan untuk berjuang menyelamatkan bangsanya dengan menghadap raja Ahasyweros walaupun harus mempertaruhkan nyawanya (KALAU TERPAKSA AKU MATI, BIARLAH AKU MATI — Ester 4 : 16), karena dalam undang-undang Persia, walaupun Ester adalah Ratu, tetapi kalau ia menghadap raja tanpa dipanggil oleh raja dan raja tidak berkenan terhadap dia, Ester pasti dihukum mati.

Sebagai RATU yang menjadi isteri raja Ahasyweros, Ester bisa saja mengabaikan permintaan Mordekhai untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. Tetapi kasihnya kepada Mordekhai, Bangsa Yahudi bangsanya dan tentu kepada Allah Israel mendorong Ester untuk berkorban, bahkan bila perlu mempertaruhkan nyawanya. Ia menggunakkan KEDUDUKANNYA SEBAGAI RATU untuk menyelamatkan bangsanya, bukan untuk berlindung dan menyelamatkan dirinya.

Pertanyaan saat ini, andaikan kita dalam posisi Ester, apakah kita akan siap berkorban seperti Ester untuk bangsanya. Atau kita justru berpikir masa bodoh dengan bangsanya yang penting dia “AMAN.”Allah pasti dapat menyelamatkan bangsa Yahudi tanpa Ester, tetapi Allah melalui Mordekhai memberikan kesempatan kepada Ester dengan jabatan RATU yang Tuhan berikan.

Ester 4 : 14 : “Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, BAGI ORANG YAHUDI AKAN TIMBUL JUGA PERTOLONGAN DAN KELEPASAN DARI PIHAK LAIN, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. SIAPA TAHU, MUNGKIN JUSTRU UNTUK SAAT YANG SEPERTI INI ENGKAU BEROLEH KEDUDUKAN SEBAGAI RATU.”

Apakah anda pernah berpikir bahwa ADA KEPENTINGAN TUHAN melalui JABATAN, HARTA, KEMAMPUAN DAN PENGARUH yang anda miliki saat ini. Apakah anda dengan rendah hati seperti Ester untuk menggunakannya untuk kepentingan orang lain dan pelayanan pekerjaan Tuhan?

Tuhan Yesus memberkati dan menjadikan kita berkat dimanapun dan dalam situasi apapun……!!!

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.