PRIA YANG DISEGANI DAN DIHORMATI

SURAT GEMBALA

Minggu, 11 SEPTEMBER 2022

PRIA YANG DISEGANI DAN DIHORMATI

I TIM 3:4. I KOR 16:13-14

 

 Seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya

Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat!  Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih! (TB)

Be alert and on your guard; stand firm in your faith (your conviction respecting man’s relationship to God and divine things, keeping the trust and holy fervor born of faith and a part of it). Act like men and be courageous; grow in strength! Let everything you do be done in love (true love to God and man as inspired by God’s love for us) AMPC

Shalom, Kedua Nast diatas sama-sama terkoneksi dengan satu pria muda bernama “Timotius” Dalam kitab Timotius yang ditulis Rasul Paulus kepada anak imannya sebagai syarat menjadi penilik Jemaat sedangkan dalam Kitab I Korintus ditujukan kepada Jemaat Korintus agar memiliki respon yang baik terhadap pemberita Injil (Timotius dan Apolos). Paling tidak ada 4 ciri pria yang disegani dan dihormati menurut I Korintus 16:13-14;

Pertama, Pria yang berjaga-jaga (13a). Berjaga-jagalah! Be alert and on your guard ARTINYA: Waspada dan waspada. Berjaga-jaga atau Waspada lebih menekankan pada respon Pria sebagai pemimpin yang melindungi serta mengayomi Keluarganya (Ef 5:28-29). Mengapa Penting? a. Perempuan Kaum lemah (I Pet 3:7). Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. Itu tidak berarti perempuan secara mental, moral, atau rohani lebih rendah, tapi secara fisik dia lebih lemah. Dia mungkin kurang terpengaruh akan penyakit dan mungkin memiliki jangka hidup yang lebih lama dari pria, tapi kenyataan tetap perempuan lebih lemah secara fisik. Tuhan menciptakannya seperti itu dengan tujuan agar yang lemah bergantung pada yang lebih kuat. b. Ada tantangan dan ancaman di era milenial (Mat 19:6). Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia. Keluarga adalah institusi terkecil yang membangun sebuah masyarakat, namun juga sekaligus yang mengalami tantangan yang paling besar seiring dengan perkembangan zaman. Secara global, regional, maupun nasional, angka kasus perceraian dan rumah tangga dengan orang tua tunggal terus meningkat.

Kedua, Berdiri teguh dalam iman (13b). Berdirilah dengan teguh dalam iman! Stand firm in your faith (your conviction respecting man’s relationship to God and divine things, keeping the trust and holy fervor born of faith and a part of it) ARTINYA berdiri teguh dalam iman Anda (keyakinan Anda menghormati hubungan manusia dengan Tuhan dan hal-hal ilahi, menjaga kepercayaan dan semangat suci yang lahir dari iman dan bagian darinya).

Ketiga, Tetap Kuat (13c). Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Act like men and be courageous; grow in strength! ARTINYA Bertindak seperti laki-laki dan berani; tumbuh dalam kekuatan! Menyerah: Tidak mau mencari jalan keluar dan berpikir bahwa semua kesalahan salah satu pihak merupakan sifat yang tidak baik. Banyak pasangan yang merasa tidak mampu lagi memperbaiki hubungan maupun komunikasi padahal belum mencoba solusi apa pun. Padahal, usaha untuk berkomunikasi dengan baik adalah hal yang penting. Dalam rumah tangga, komunikasi penting untuk terjadi dua arah bukan satu arah. Karenanya, jangan mudah menyerah dan selalu diskusikan dengan pasangan

Keempat, Melakukan Pekerjaan dalam Kasih (14). Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih Let everything you do be done in love (true love to God and man as inspired by God’s love for us) ARTINYA Biarkan semua yang Anda lakukan dilakukan dengan cinta (cinta sejati kepada Tuhan dan manusia yang diilhami oleh cinta Tuhan untuk kita). Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kol 3:23)

Selamat Hari Minggu dan Selamat Beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *