PENGORBANAN PAULUS

SURAT GEMBALA

Minggu, 31 OKTOBER 2021

 

PENGORBANAN PAULUS

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, KARENA PENGENALAN AKAN KRISTUS YESUS, TUHANKU, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah AKU TELAH MELEPASKAN SEMUANYA ITU DAN MENGANGGAPNYA SAMPAH, supaya aku memperoleh Kristus.

Filipi 3: 7-8.

Rasul Paulus yang sebelum bertemu dengan Yesus dan bertobat serta menjadi murid Yesus, yang selanjutnya menjadi tokoh penting dalam penyebaran dan perumusan ajaran Kekristenan yang bersumber dari pengajaran Yesus Kristus, bernama SAULUS. Ia adalah orang Israel asli dari suku Benyamin, ia adalah seorang Farisi suatu mazab yang sangat keras dalam agama Yahudi. Ia dilahirkan di kota Tarsus tanah Kilikia (sekarang Negara Turki bagian selatan). Ia dibesarkan di Yerusalem, dididik dengan teliti dibawah pimpinan Gamaliel. Pekerjaannya adalah PENGANIAYA PENGIKUT YESUS KRISTUS (Filipi 3 : 5-6). Artinya, berdasarkan hak kelahirannya Paulus berasal dari keturunan yang terpandang. Berdasarkan pendidikannya, Paulus adalah seorang yang sangat terpelajar. Dari segi kedudukannya dalam masyarakat Yahudi, dia adalah seorang Farisi, suatu kelompok (Mazab) Yahudi yang paling keras dan paham akan hukum Taurat serta bertanggung jawab penuh dalam mengawasi pelaksanaan hukum Taurat. Tetapi ia TELAH MELEPASKAN SEMUANYA ITU KARENA PENGENALAN AKAN KRISTUS YESUS, dan bahkan telah MENGANGGAPNYA SAMPAH agar dia dapat memperoleh Kristus (Filipi 3 : 7-8). Didalam pelayanan nya, Rasul Paulus menghadapi banyak sekali penderitaan. Dalam II Korintus 11: 24-27 dia menjelaskan berbagai penderitaan yang dia alami dalam upaya memberitakan Injil ; Lima kali disesah orang Yahudi, Tiga kali didera, satu kali dilempari dengan batu, Tiga kali mengalami karam kapal, sehari semalam terkatung-katung ditengah lautan, diancam oleh Penyamun,dll.

Melalui peristiwa-peristiwa ini, kita belajar tentang 4 teladan pengorbanan Rasul Paulus untuk melayani Tuhan, yaitu :

  1. Rasul Paulus mengorbankan status dan nama besar yang dia berhak terima karena kelahirannya.
  2. Rasul Paulus mengorbankan jabatannya sebagai orang yang sangat terpandang dalam masyarakat Yahudi.
  3. Rasul Paulus mengorankan STATUS AKADEMIK nya sebagai MURID GAMALIEL.
  4. Rasul Paulus siap menerima dan menjalani penderitaan karena nama Yesus.

Pertanyaan bagi kita saat ini, seandainya kita memiliki latar belakang dengan hak dan kedudukan istimewa seperti Paulus, apakah kita siap MENINGGALKAN dan MENGANGGAPNYA SAMPAH karena Kristus, atau justru karena hak dan jaatan itu kita justru MENGORBANKAN KRISTUS ?

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, tuhan Yesus memberkati…..!!

Oleh. Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.