PENGORBANAN ORANG SAMARIA

SURAT GEMBALA

Minggu, 26 SEPTEMBER 2021

 

PENGORBANAN ORANG SAMARIA.

Lalu datanglah seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, TERGERAKLAH HATINYA OLEH BELAS KASIHAN. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur; Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas KELEDAI TUNGGANGANNYA SENDIRI lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Lukas 10 : 33-34

 

Ceritera tentang ORANG SAMARIA YANG MURAH HATI sesungguhnya bukanlah suatu peristiwa, melainkan suatu Perumpamaan yang disampaikan Yesus untuk menjawab pertanyaan seorang Ahli Taurat yang bertujuan untuk mencobai Yesus dan membenarkan dirinya (Lukas 10 : 25,29). Melalui perumpamaan ini, Yesus mengajarkan pandangan Allah tentang SIAPAKAH SESAMA MANUSIA yang dimaksud dalam Imamat 19 : 18, yang oleh orang-orang Yahudi diartikan SECARA SEMPIT sebagai SESAMA ORANG YAHUDI atau SESAMA ORANG ISRAEL saja.

Dalam Perumpamaan ini, Yesus menggambarkan SIKAP MANUSIA melalui tiga (3) kelompok manusia, yaitu SEORANG IMAM, SEORANG LEWI dan SEORANG SAMARIA. Bagi bangsa Israel, SEORANG IMAM adalah orang yang MEWAKILI BANGSA ISRAEL DIHADAPAN ALLAH, yang seharusnya mewakili SETIAP KEPERLUAN ORANG ISRAEL dan membawanya dihadapan Allah. Sedangkan orang LEWI dianggap sebagai BAPA BANGSA ISRAEL sebagai keluarga imam yang MENJAGA DAN MEMELIHARA BAIT SUCI di Yerusalem. Sedangkan ORANG SAMARIA adalah orang yang DIANGGAP HINA DAN DIBENCI OLEH ORANG YAHUDI dan tidak diakui sebagai orang Yahudi asli, karena ORANG SAMARIA adalah orang-orang Yahudi yang telah menikah dengan orang-orang non-Yahudi. Orang Yahudi TIDAK MAU BERGAUL DENGAN orang Samaria ( Yohanes 4 : 9). Dari rute perjalanannya (Turun dari Yerusalem ke Yerikho —- Lukas 10 : 30), SANGAT MUNGKIN orang yang dirampok itu adalah seorang Yahudi, karena tinggal di Yerusalem, yang seharusnya TIDAK BOLEH ditolong oleh seorang Samaria. Tetapi Alkitab mencatat, justru orang Samaria yang tidak memiliki kedudukan rohani dan dianggap hina itulah yang menolongnya.

Untuk menolong orang yang dirampok itu, orang Samaria itu harus MENGORBANKAN bebarapa hal penting dalam hidupnya; yaitu :

  1. Orang Samaria ini mempertaruhkan Nyawa (Keselamatan) nya. Ingatlah bahwa orang ini adalah KORBAN PERAMPOKKAN (Lukas 10 : 30).
  2. Orang Samaria ini mengorbankan WAKTU perjalanan nya yang tertunda mungkin sekitar satu hari satu malam ( Lukas 10 : 35)
  3. Orang Samaria mengorbankan: Minyak, anggur dan Keledai tunggangannya ( Lukas 10 : 34)
  4. Orang Samaria itu menolong orang yang tidak dikenal bahkan orang yang membencinya (Lukas 10 : 33).

Kasih kepada Allah haruslah diwujudkan dalam kasih kepada sesama manusia. Matius 22 : 37-39 : Jawab Yesus kepadanya: “ Kasihilah Tuhan Allahmu,dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua YANG SAMA DENGAN ITU, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. I Yohanes 4 : 20 : Jikalau seorang berkata ”Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, TIDAK MUNGKIN mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.

Apakah kasih kita kepada Allah sungguh terwujud dalam kasih kita terhadap sesame manusia ?                                                                                                    

Selamat hari minggu, Selamat beribadah, tuhan Yesus memberkati……!!

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.