Gereja yang Dewasa dalam Menghadapi Pengajaran Sesat

( Matius 24:24)

 

Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

 

Shalom, jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, Dalam kasih karunia Tuhan, saya menyapa saudara-saudari semua dengan sukacita dan kerinduan agar kita tetap teguh di dalam iman di tengah arus dunia yang semakin kompleks. Firman Tuhan dalam Matius 24:24 memberikan peringatan penting bagi kita tentang munculnya “mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu yang berusaha menyesatkan umat Tuhan, bahkan orang-orang pilihan”.

Yesus tahu bahwa di masa-masa akhir, penyesatan tidak selalu datang dalam bentuk yang kasar, tetapi sering kali *dibungkus dengan kebenaran yang dipelintir dan disertai tanda-tanda lahiriah yang mengagumkan. Dalam teks aslinya, kata “menyesatkan” berasal dari bahasa Yunani *planēsai — artinya “membuat seseorang menyimpang dari jalan yang benar.” Ini adalah peringatan agar kita tidak tertipu oleh ajaran yang tampak rohani namun menyimpang dari inti Injil.

D.A. Carson menulis, “Penipuan spiritual yang paling berbahaya bukanlah yang menolak Kristus secara terang-terangan, tetapi yang meniru Dia dengan cara yang halus.” (The Expositor’s Bible Commentary: Matthew). Oleh sebab itu, gereja yang *dewasa dalam iman* adalah gereja yang memiliki kemampuan membedakan mana ajaran yang benar dan mana yang hanya kelihatan benar.

Tanda Kedewasaan Gereja

  1. Berakar dalam Firman Tuhan.

Gereja yang kuat bukan diukur dari besarnya jumlah, tetapi dari keteguhan dalam kebenaran Alkitab. Firman Tuhan menjadi ukuran utama bagi setiap ajaran dan pengajaran yang kita dengar.

  1. Menguji setiap roh dan ajaran.

Rasul Yohanes menasihati, “Ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah” (1 Yoh. 4:1). Gereja dewasa tidak mudah terbawa arus tren rohani yang sedang populer, melainkan memeriksa setiap hal dengan hikmat dari Tuhan.

  1. Bertumbuh dalam kasih dan kesatuan.

Efesus 4 : 13 – 15 menegaskan bahwa kedewasaan rohani tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga soal kasih yang nyata dalam kehidupan bersama.

  1. Tidak tergoda oleh tanda-tanda lahiriah.

Mujizat dan karunia rohani bisa menjadi alat berkat, tetapi juga bisa disalahgunakan untuk memanipulasi. John Stott mengingatkan bahwa “Iblis bukanlah musuh mujizat; ia menirunya untuk menipu banyak orang.”

Panggilan bagi Jemaat

Sebagai gembala, saya mengajak kita semua untuk “menjadi gereja yang bertumbuh dalam kebenaran dan kasih”. Jangan biarkan semangat kita untuk hal-hal rohani membuat kita lalai terhadap ketepatan ajaran Firman. Mari kita memperdalam pengenalan akan Kristus, bukan hanya lewat emosi atau pengalaman, tetapi lewat *”pemahaman yang benar tentang Injil”.

Wayne Grudem menulis, “Kedewasaan rohani adalah benteng utama terhadap penyesatan.” Semakin kita mengenal Kristus, semakin sulit bagi penyesatan untuk menembus hati dan pikiran kita.

Penutup

Kiranya Roh Kudus menolong kita semua untuk menjadi umat yang teguh, berakar, dan tidak mudah terguncang oleh pengajaran yang menyesatkan. Mari kita terus menjaga hati, saling menguatkan, dan meneladani Kristus dalam kasih dan kebenaran.

Tetaplah waspada, tetaplah berdoa, dan tetaplah setia dalam Firman Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

Dengan kasih dan doa,

 

Oleh : Pdt. PAULUS TIMANG, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *