DEWASA MENEMPATKAN DIRI DALAM KELUARGA

(I Raja-Raja 21:1-29)

 

Dalam kisah Raja Ahab dan Nabot, kita dapat belajar banyak tentang bagaimana seorang dewasa seharusnya menempatkan diri dalam keluarga. Meskipun kisah ini terjadi ribuan tahun yang lalu, prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya tetap relevan hingga saat ini.

  1. Seorang dewasa harus memahami pentingnya menghormati hak-hak orang lain dalam keluarga(2-3). Dalam kisah ini, Raja Ahab ingin membeli kebun milik Nabot, namun Nabot menolaknya karena kebun tersebut adalah milik leluhurnya. Sebagai dewasa, kita harus belajar untuk menghormati hak-hak orang lain dan tidak memaksakan kehendak kita atas kehendak orang lain.
  2. Seorang dewasa juga harus memahami arti pentingnya kejujuran dan integritas dalam keluarga(9-10). Raja Ahab dan Izebel menggunakan kebohongan dan manipulasi untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, tanpa memedulikan akibat yang mungkin terjadi bagi keluarga Nabot. Sebagai dewasa, kita harus menjadi teladan yang jujur dan berintegritas bagi anggota keluarga kita, sehingga nilai-nilai tersebut dapat diteruskan kepada generasi selanjutnya.
  3. Seorang dewasa juga harus belajar untuk bertanggung jawab atas tindakan dan keputusan yang diambil dalam keluarga(7-8). Raja Ahab membiarkan istrinya, Izebel, melakukan kejahatan demi memperoleh kebun milik Nabot. Sebagai kepala keluarga, seorang dewasa harus mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan tidak membiarkan orang lain melakukan tindakan yang merugikan anggota keluarga lainnya.
  4. Seorang dewasa juga harus mampu mengendalikan emosi dan keinginan pribadi demi kebaikan keluarga (4-6). Jangan tantrum! Raja Ahab sangat terganggu oleh keinginannya untuk memiliki kebun milik Nabot, sehingga dia bahkan tidak makan dan marah-marah. Sebagai dewasa, kita harus mampu mengendalikan emosi dan keinginan pribadi kita demi keharmonisan keluarga.

Kesimpulan:

Dari kisah Raja Ahab dan Nabot, kita dapat belajar banyak tentang bagaimana seorang dewasa seharusnya menempatkan diri dalam keluarga. Dengan menghormati hak-hak orang lain, berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu mengendalikan emosi dan keinginan pribadi, seorang dewasa dapat menjadi teladan yang baik bagi keluarganya dan menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan bahagia.

 

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati……Shalom……!!

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *