YESUS PEMBERI HIDUP DAN PENGHARAPAN

SURAT GEMBALA

MINGGU, 12 APRIL 2020

YESUS PEMBERI HIDUP DAN PENGHARAPAN

WAHYU 1:17-18

 

Syalom jemaat yang dikasihi Tuhan, dalam perayaan kebangkitan Kristus hari ini kita belajar bersama tentang Yesus Pemberi hidup dan pengharapan menurut Wahyu 1:17-18. “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Dan Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut” [Wahyu 1:17, 18]. Ini adalah sebuah ekspresi yang kuat: “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya, hos nekros, seperti orang yang mati.” Dia tidak dapat melihatNya. Cahaya yang kemilau dari kemuliaan di wajah Yesus membutakan dia. Dia tidak dapat mendengar suara seperti desau air bah. Suara seperti sebuah sangkakala yang menyumbat telinganya. Dia kehilangan kesadaran. Berat yang lebih dari kemuliaan penglihatan itu mengambil kesadaran hidupnya: “Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya, hos nekros, seperti orang yang mati.”  Ada 2 alasan: Yohanes sekarang sedang melihat ke Ilahian yang tidak terselubung, dan yang tidak tertutup serta tidak disembunyikan. Kedua, Bagaimana seorang manusia yang dibuat dari debu tanah dapat melihat yang ilahi, dapat melihat Allah dan mendapati dirinya tanpa kekuatan dan tanpa kehidupan ? Bagaimana seorang manusia yang berdosa yang tidak mengetahui apa-apa selain dari pada kesalahan dan keburukan dalam hidupnya yang dikandung dalam kesalahan dan lahir di dalam dosa, bagaimana seorang manusia yang fana memandang kekudusan dan kemurnian dan kemuliaan Allah dan tetap hidup. bdg Yes 6:5. Paling tidak ada 3 kebenaran dan Fakta tentang Yesus pemberi hidup dan pengharapan menurut Wahyu 1:17-18:

Pertama, Yesus adalah yang awal dan yang akhir(17). “Aku adalah Alfa dan Omegafirman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.“(Wah 1:8). Pernyataan bahwa Aku Alfa dan omega adalah Proklamasi Kristus tentang diri-Nya. Hal ini merujuk kepada eksistensi Allah kita yang kekal. Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!(Rom 11:36). sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi(Ef 1:10). Ia menjelajahi garis waktu yang manapun: yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang! Lalu jawab orang banyak itu: “Kami telah mendengar dari hukum Taurat, bahwa Mesias tetap hidup selama-lamanya; bagaimana mungkin Engkau mengatakan, bahwa Anak Manusia harus ditinggikan? Siapakah Anak Manusia itu?“ (Yoh 12:34). Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya (Ibr 13:8). Dan Tuhan Yesus telah membuktikan hal itu. Yaitu Dia yang datang dari Surga, dan kembali ke Surga dan terus hidup disana, karena di Surga tidak ada unsur kematian. Posisi Anda percaya atau tidak percaya tak akan merubah kebenaran bahwa Yesus Sang Mesias itu kekal adanya. Namun hal itu perlu dikatakan Yesus kepada Anda dan saya hanya karena satu sebab :tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan(Yoh 5:34). Tuhan Yesus perlu mengatakan hal itu, agar Anda dan saya beroleh selamat karena percaya kepadaNya sebagai YHVH-TUHAN Yang Mahakuasa!.

Kedua, Yesus adalah Pribadi yang hidup dan berkuasa atas kehidupan(18a). Fakta bahwa Tuhan Yesus hidup, bangkit dari antara orang mati, kubur-Nya kosong adalah fakta yang membuat kita tidak ragu-ragu untuk beribadah kepada-Nya. Sebab, Dia bukanlah Tuhan yang mati, bukanlah nabi yang mati, bukanlah rasul yang mati, bukanlah imam yang mati, bukanlah raja yang mati. Melainkan Dia hidup selama-lamanya. Ada benda mati yang dituhankan, yang sebenarnya tidak bisa melihat, berbicara atau mendengar, apalagi berbuat sesuatu. Tapi Tuhan Yesus adalah hidup, mendengar doa kita, menerima korban persembahan kita, hadir dalam hidup kita, untuk memberkati kita secara nyata, jasmani dan rohani.

Ketiga, Yesus memegang kunci maut dan kerajaan maut (18b). Di dalam hidup, di dalam kematian, di dalam waktu, di dalam kekekalan, di dalam dunia ini, di dalam dunia yang akan datang, Tuhan Allah dan Raja yang berkuasa terhadap seluruh ciptaan ialah Kristus Tuhan kita. ” Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.”  Kunci pembicaraan dari kekuasaan, kontrol, pemerintahan dan kepemilikan. Nabi Yesaya menubuatkan, “Dan lambang pemerintahan akan ada di atas bahuNya.”(Yes 9:5). Ini adalah sebuah pernyataan yang tegas tentang kedaulatan universal dari kedaulatan Tuhan kita Kristus. Raja atas neraka. Raja atas kematian. Raja atas sorga. Raja atas dunia ini dan segala sesuatu yang ada di dunia bawah. Raja atas hidup ini. Raja dalam kehidupan yang akan datang. Penguasa universal dan kedaulatan Tuhan kita: “Dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.”   Ini adalah pengakuan yang sama yang kita temukan di dalam Filipi pasal dua, “Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya Nama di atas segala nama. Supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yesus Kristus adalah Tuhan,’ bagi kemuliaan Allah, Bapa,” kedaulatan yang universal dan kekuasaan serta otoritas Kristus.

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *