Timotius Orang Muda Yang Luar Biasa Menjadi Saksi Tuhan

SURAT GEMBALA

Minggu, 27 OKTOBER 2019

Timotius Orang Muda Yang Luar Biasa Menjadi Saksi Tuhan

(1 Timotius 4:12-16)

Timotius adalah seseorang yang lahir dari perkawinan campuran, ibunya seorang Yahudi, dan ayahnya adalah seorang Yunani. “Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius ; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya. Sedangkan ayahnya seorang Yunani.” (KPR 16:1) Timotius tinggal di Listra. Kendati lahir dari perkawinan campuran, Timotius telah dididik akan Kitab Suci oleh ibunya, Eunike, dan neneknya, Lois. “Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” (2 Timotius 1:5) Timotius namanya disebutkan dalam Alkitab sebanyak 24 kali. Timotius menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan, disaat Perjalanan Misi Rasul Paulus yang pertama. (KPR 16:1) Arti nama Timotius Menghormati/Memuliakan Allah. Timotius adalah Seorang Penginjil dan Gembala.

TELADAN TIMOTIUS SEBAGAI SAKSI TUHAN :

  1. Timotius Menerima Panggilan Tuhan Sebagai Misi Dalam Usia Muda.

“Dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam PERJALANAN. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi  di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.” (KPR 16:3) Menurut penafsir Timotius menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan memutuskan menjadi hamba Tuhan dalam usia sekitar 15 tahun.

  1. Timotius Memiliki Karakter Teladan Meskipun Usianya Muda.

“Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.” (1 Timotius 4:12)

Timotius adalah anak Iman dari Rasul Paulus yang diutus untuk menggembalakan Jemaat yang ada di Efesus yang sudah tergolong tua. (Efesus 1:3) MeskipunTimotius masih berusia sangat muda, Paulus tidak mau kalau Timotius yang dikasihinya  direndahkan, dipandang remeh oleh Jemaat di Efesus. Paulus menekankan agar Timotius HARUS menjadi TELADAN DALAM KARAKTER supaya tidak ada Jemaat yang ada di Efesus MERENDAHKANNYA karena MUDA. Persoalannya banyak orang-orang muda maunya DIHARGAI, tetapi tidak dapat menunjukkan SIKAPNYA DEWASA yang membuatnya PANTAS UNTUK DIHARGAI.

  1. Timotius Memiliki Komitmen Yang Teguh Sebagai Saksi Tuhan.
  2. Timotius Tetap Teguh Melayani Tuhan Meskipun Dalam Keadaan Sakit.

     “Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu tergannggu dan tubuhmu sering lemah.” (1 Timotius 5:23)

  1. Timotius Siap Menempuh Segala Resiko Saat Mengikuti Paulus Sebagai Penginjil Dalam Perjalanan Misi Kedua ( KPR 16 : 3) dan Ketiga. (KPR 19 : 22, 20 : 4, 2 Korintus1:1,19)
  2. Timotius Taat Kepada Tuhan Saat Ditugaskan Sebagai Gembala. Alkitab mencatat Timotius pernah menggembalakan 5 Jemaat :
  3. Jemaat Tesalonika (1 Tesalonika 3 :1-2,6),
  4. Jemaati Korintus (1 Korintus 4:17,16:10-11),
  5. Jemaat Filipi (Filipi 2:19-22)
  6. Jemaat Berea (KPR 17:14)
  7. Jemaat Efesus (1 Timotius 1:3)

Tuhan dapat memakai semua orang dalam segala kalangan baik anak-anak, orang muda, orang tua dan para lansia. Tetapi Tuhan  terlebih rindu kalau setiap orang menerima panggilan-Nya dari usia muda. Karena akan lebih banyak lagi karya nyata yang Allah kerjakan bagi dunia, ketika orang muda menyerahkan hidupnya kepada Tuhan.

Oleh : Pdt. Yus Fredy Kaunang, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *