TIDAK MENGASIHANI DIRI

SURAT GEMBALA

Minggu, 20 MARET 2022

 

TIDAK MENGASIHANI DIRI

Tetapi ia (Anak Sulung) menjawab ayahnya katanya : Telah bertahun-tahun AKU MELAYANI BAPA DAN BELUM PERNAH MELANGGAR PERINTAH BAPA, tetapi kepadaku belum pernah bapa berikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang ANAK BAPA yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

Lukas 15 : 29-30.

 

Bagian Firman Tuhan ini menceriterakan tentang perumpamaan Tuhan Yesus yang menggambarkan KASIH DAN KEMURAHAN ALLAH AKAN MANUSIA YANG BERDOSA, yang digambarkan oleh anak yang bungsu, yang meminta dengan paksa harta warisannya, meninggalkan rumah bapanya dan berfoya-foya dengan harta bagiannya. Penderitaan membangun kesadarannya untuk mengaku kesalahannya dan kembali kepada bapanya. Bapanya menantikan, berlari mendapatkan dia dan menerima dia dengan sukacita, yang ditandai dengan memberikan jubah, cincin dan mengenakan sepatu pada kakinya. Bapanya mengadakan persta dan membunuh seekor lembu tambun.

Respon sebaliknya ditujukkan oleh anak sulung yang tidak lain adalah kakak dari anak bungsu itu, Dia tidak senang dengan keputusan bapanya dan pesta yang dibuat untuk menyambut adikanya. Dia marah dan tidak mau masuk (Lukas 15 : 8). Ia tidak hanya marah tetapi ia merasa kecewa atas tindakan bapanya. Ia mulai mengingat dan menghitung kebaikan dirinya dan membandingkan dengan kejahatan yang telah dilakukan oleh adiknya. Sehingga dia akhirnya berkesimpulan bahwa BAPANYA TELAH MEMPERLAKUKAN DIA SECARA TIDAK ADIL. Dia merasa sia-sia segala pengorbanannya dan ketaatannya kepada bapanya. Sikap inilah yang disebut dengan MENGASIHANI DIRI (Self Pity). Orang yang mengasihani diri selalu berfokus kepada dirinya dan membandingkannya dengan orang lain. Orang yang mengasihani diri selalu berpikir bahwa orang lain selalu lebih buruk atau lebih kurang dari dirinya. Orang yang mengasihani diri akan selalu menghitung pengorbanan dan jasa-jasanya, dan ingin agar pengorbanan dan jasa-jasanya dihargai secara seimbang. Dalam praktek bergereja, orang Kristen yang MENGASIHANI DIRI biasanya memiliki perhitungan yang ketat atas segala pengorbanannya. Orang seperti ini akan merasa tidak peduli akan jiwa-jiwa yang berdosa. Selalu berpikir dan berpraduga negative. Dia tidak parnah bisa menghargai berkat Tuhan, dia hanya memperhitungkan pengorbanan dan jasa-jasanya. Dia mengukur orang lain dengan ukuran dirinya, bukan ukuran Tuhan. Pastilah kita menjadi orang Kristen yang dewasa yang ditandai dengan TIDAK MENGASIHANI DIRI SENDIRI.

Selamat hari Minggu, selamat bribadah, Tuhan Yesus memberkati kita semua……!!!

Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati….!!

 

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.