“Tidak Malu” Jadi Penopang

RENUNGAN HARIAN
Minggu, 11 Oktober 2026

“Tidak Malu” Jadi Penopang

2 Timotius 1:16 (TB)
“Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara.”

Pernahkah Saudara bertanya: mengapa kita tetap setia menopang suatu pekerjaan atau pelayanan Tuhan? Mengapa kita tidak malu, enggan, atau sungkan memberi kontribusi bagi kemajuan pelayanan? Jawabannya bukan karena pelayanan itu selalu populer, melainkan karena kasih karunia Kristus telah mengalahkan rasa malu kita. Dukungan yang tulus sungguh menyegarkan hati para pelayan Tuhan.

Firman Tuhan memberi teladan yang indah. Di tengah banyak orang yang berpaling dari Paulus (2 Timotius 1:15), keluarga Onesiforus justru tampil berbeda. Mereka tidak malu, tidak enggan, dan tidak sungkan. Onesiforus menempuh perjalanan jauh, mencari Paulus sampai menemukan, lalu berulang-ulang menyegarkan hatinya. Ia tidak hanya berniat, tetapi berkorban. Ia tidak hanya simpati, tetapi hadir. Ia tidak hanya berkata, tetapi bertindak.

Sebagai anggota keluarga jemaat Tuhan, kita perlu memiliki sikap yang demikian. Tentu kita menopang para pemimpin yang memberi teladan dalam pengajaran yang benar, setia, dan takut akan Tuhan. Dukungan kita bukan sekadar simpati, tetapi partisipasi dalam misi Allah. Yang melayani dan yang menopang sama-sama mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.

_2 Timotius 1:8 (TB)_
_“Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.”_

Kasih karunia Allah yang kita terima dalam Yesus Kristus itulah sumber kekuatan dan keyakinan kita. Paulus sendiri berkata, “Aku tidak malu” (2 Timotius 1:12). Timotius dipanggil untuk tidak malu (1:8). Onesiforus membuktikan dirinya tidak malu (1:16). Jadi, iman yang sehat selalu menghasilkan keberanian yang tidak malu. Kita tidak malu mendukung para pemimpin yang dengan sungguh-sungguh, tulus, ikhlas, dan setia melayani. Kekuatan Injil yang menyelamatkan itu juga yang membuat kita berani memproklamasikan iman dan memberitakan Injil.

Jika hari ini Saudara setia menopang para pelayan Tuhan, teruskanlah. Itu sungguh menyegarkan jiwa. Saudara tidak perlu malu karena mengetahui kelimpahan kasih karunia Tuhan dalam hidup Saudara dan dalam hidup hamba-hamba Tuhan yang membuktikan diri setia, tulus, dan takut akan Tuhan dalam pelayanan. Dukungan yang diberikan kepada hamba Tuhan yang setia tidak luput dari perhatian Tuhan; upahnya ada pada “hari itu” (2 Timotius 1:18).

Kiranya kasih kita terus diteguhkan satu sama lain dalam saling melayani, terlebih lagi dalam menopang pekerjaan pelayanan Tuhan. Apa yang telah kita lakukan dari semula hendaknya terus kita lakukan bagi maksud dan rencana Tuhan bagi setiap kita dan jemaat-Nya.

_Selamat Hari Minggu, selamat beribadah. Tuhan Yesus memberkati._

#SoliDeoGloria
#BertumbuhBersama

_Pdt. Bebali Gea, S.Th._
*GKII PINTU ELOK NANGA PINOH*

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *