TELADAN KELUARGA NUH (KEJADIAN 6-9)

SURAT GEMBALA

Minggu, 05 JUNI 2022

TELADAN KELUARGA NUH (KEJADIAN 6-9)

 

Shalom, Siapa yang tidak mengenal tokoh yang satu ini. Tentu sebagai pengikut Kristus tokoh ini merupakan tokoh legenda. Mengapa demikian? karena satu-satunya manusia pertama pembuat kapal besar adalah Nabi Nuh bahkan sebelum Titanic dibuat, Nuh sudah terlebih dahulu membuatnya. Meskipun peralatan pada zaman itu tidak secanggih dengan zaman sekarang. Tentu jika pekerjaan membuat kapal besar di zaman sekarang tidak sesulit yang dialami oleh Nuh, meskipun peralatan Nabi Nuh terbatas, namun dia memiliki ALLAH yang tidak terbatas. Yang  sangat menarik  dan harus membagikan kebenaran tentang seorang tokoh yang bernama Nuh, karena Nuh seorang yang diistimewakan oleh  ALLAH. Nuh beroleh kasih karunia, bahkan bukan saja pribadi Nabi Nuh yang mendapat kemurahan Tuhan, melainkan keluarganyan juga.Tetapi dengan engkau Aku akan mengadakan perjanjian-Ku, dan engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. (Kej 6:18)

Jika kita dikehidupan sehari-hari, bilamana kita dipercayakan dan dikasihi oleh atasan, tentu bisa jadi karena kita memliki kontribusi atau produksi yang lebih baik diantara banyaknya karyawan-karyawan lainnya. Atau kita memiliki kinerja yang sangat membanggakan atasan atau pimpinan kita, lewat prestasi-prestasi yang kita raih tentu melalui kerja keras dan usaha kita. Namun Nuh disini saking istimewanya di mata Tuhan, dia dan keluarganya diselamatkan dari kebinasaan. Apa yang membuat keluarga Nuh mendapat kasih karunia ALLAH dan menjadi teladan bagi keluarga-keluarga masa kini?

Pertama, Hidup Benar dimata Tuhan. Kejadian 6:9 “inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Kejadian 7:1 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “masuklah kedalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar dihadapan-Ku diantara orang zaman ini . Kejadian 7 Ayat 1 ini, adalah perkataan Tuhan langsung kepada Nuh. Bagaimana cara hidup kita benar? A. Melakukan segenap perintah Tuhan dengan setia dihadapan Tuhan bukan dihadapan manusia. “Dan kita menjadi benar, apabilah kita melakukan segenap perintah itu dengan setia dihadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita (Ulangan 6:25). B. Hidup oleh Iman. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti tertulis: “orang benar akan hidup oleh iman” (Roma 1:17)

Kedua, Hidup Tidak bercela/tidak cacat. Nuh menjaga kekudusan dengan ALLAH. Ibrani 12:14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Ayat ini berbicara batasan mengapa kita tidak bisa berhubungan dengan ALLAH yaitu dosa sebagai penghalangnya. Tentu maknanya juga bukan melihat ALLAH dengan langsung secara bertatap muka, namun kita tidak bisa melihat visi yang Tuhan berikan dalam hidup kita,  bahkan disini juga berbicara tentang mata rohani kita menjadi buta dengan adanya dosa atau perbuatan tercela tersebut. Meskipun orang orang di zaman itu hidupnya bercela, namun Nuh tidak terkontaminasi dengan keadaan karena Nuh memiliki konsistensi serta integritas yang kuat hidup dalam kebenara Firman Tuhan. Nuh ibarat ribuan ikan di laut, meskipun lingkungan atau airnya mengandung garam yang sangat tinggi, namun ikan tersebut tetap rasanya tetap tawar.

Ketiga,  Nuh bergaul dengan Tuhan. Kejadian 6:9 “ inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Poin dua diatas yaitu hidup tidak bercela merupakan pintu gerbang kita bisa bergaul dengan Allah. Mungkin di lingkungan sosial banyak bergaul dengan banyak orang, tentu orang yang bergaul dengan kita, tahu persis siapa diri kita, dan sebaliknya. Namun dihadapan Tuhan kita harus hidup kudus terlebih dahulu, bagaimana bisa dosa menyatu dengan kebenaran, justru hidup benar, dan hidup tanpa tercela membuat kita dengan mudahnya bergaul karib dengan Tuhan karena penghalang kita dengan Tuhan adalah dosa. Yesaya 59:2 “tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah dosamu

Keempat, Nuh dan keluarganya memiliki kehidupan yang sama. Jemaat yang dikasihi Tuhan, meskipun alasan mengapa Tuhan memberikan Anugerah kepada Isteri dan anak-anaknya Nuh tidak djelaskan pada pembacaan kejadian 6:1-8, namun penulis tertarik ingin mencari tau kebenaran dan jawabannya. Mari kita baca pada Kej 6:18 “Tetapi  dengan engkau Aku akan mengadahkan perjanjian-Ku, dan engkau bersama-sama dengan anak-anakmu dan isterimu dan isteri anak-anakmu. Disini berbicara mengenai kepala keluarga atau pemimpin keluarga yang berhasil. Keberhasilan Nuh bukan saja dialami sendiri tapi juga dirasakan oleh Isteri dan anak-anaknya serta menantunya.

Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *