TELADAN KEDEWASAAN ROHANI YUSUF

SURAT GEMBALA

Minggu, 09 OKTOBER 2022

 

TELADAN KEDEWASAAN ROHANI YUSUF

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, TETAPI ALLAH TELAH MEREKA-REKANNYA UNTUK KEBAIKAN, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Kejadian 50 : 20.

Ayat ini mencatat perkataan Yusuf untuk menghibur saudara-saudaranya setelah Yakub ayah mereka mati. Bagi saudara-saudaranya, kematian ayah mereka menimbulkan ketakutan sebab mereka takut bahwa Yusuf akan membalas kejahatan mereka setelah Yakub ayah mereka mati. Sesungguhnya dalam Kejadian 45 : 4-5, Yusuf telah memperkenalkan diri dan mengampuni saudara-saudaranya. Akan tetapi KEJAHATAN YANG PERNAH MEREKA LAKUKAN TERHADAP YUSUF membuat mereka merasa takut akan pembalasan Yusuf. Mereka mengukur Yusuf dengan cara berpikir mereka yang jahat. Tetapi hal sebaliknya terjadi pada Yusuf. Yusuf bahkan tidak mau mengingat betapa penderitaan yang dia alami sebagai akibat dari tindakan saudara-saudaranya yang jahat. Dengan tulus Yusuf meyakinkan saudara-saudaranya bahwa dengan peristiwa itu TUHAN MENGUTUS DIA mendahului mereka ke Mesir untuk tujuan menyelamatkan hidup Yakub (Israel) ayahnya dan saudara-saudaranya dari ancaman bencana kelaparan besar (Kejadian 45 : 5-6). Sebagai anak muda Yusuf menunjukkan KEDEWASAAN ROHANI yang luar biasa, yang pasti sangat sulit dilakukan secara manusia.

Melalui kehidupan Tusuf kita dapat belajar beberapa teladan rohani yang membuat Yusuf memiliki kuasa untuk melakukan keputusan rohani yang sangat dewasa, yaitu :

  1. Yusuf tidak focus kepada masalah, tapi focus kepada Tuhan ( Kejadian 37 : 12-36)
  2. Yusuf tidak mengasihani diri, tetapi mengasihi Tuhan dan rencana Tuhan ( Kejadian 45 : 5)
  3. Dalam segala keadaan Yusuf selalu memelihara hubungan pribadinya dengan Tuhan ( Kejadian 39 : 2, 21)
  4. Yusuf memiliki roh yang mengasihi dan mengampuni (Kejadian 50 : 20).

Apabila kita mengalami keadaan yang sangat menyakitkan seperti yang dialami Yusuf, apakah :

  1. Kita masih melihat kehadiran Tuhan didalamnya? Ingat Roma 8 : 28 — Kita tahu sekarang bahwa ALLAH TURUT BEKERJA DALAM SEGALA SESUATU untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
  2. Masih kah kita memiliki kuasa untuk mengasihi dan mengampuni? Ingatlah Matius 5 : 44 : Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
  3. Apakah kita melihat persoalan itu justru merupakan ANAK TANGGA bagi kita untuk mencapai tujuan Allah ?

Tuhan Yesus memberkati kita dengan Firman-Nya.

Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Selamat Hari Minggu dan Selamat Beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *