TELADAN KEDEWASAAN ROHANI KELUARGA FILEMON

SURAT GEMBALA

Minggu, 26 JUNI 2022

         

TELADAN KEDEWASAAN ROHANI KELUARGA FILEMON

Tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya daripadamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus, MENGAJUKAN PERMINTAAN KEPADAMU MENGENAI ANAKKU YANG KUDAPAT SELAGI AKU DALAM PENJARA, YAKNI ONESIMUS — Dahulu memang ia tidak berguna bagimu, tetapi sekarang sangat berguna baik bagimu maupun bagiku. Dia KUSURUH KEMBALI KEPADAMU — dia, yaitu buah hatiku.

Filemon 1 : 9-12

Dalam bahasa Yunani, nama ONESIMUS berarti : BERGUNA atau BERMANFAAT. Dia adalah seorang budak yang melarikan diri dari rumah tuannya Filemon yang tinggal di Kolose. Dia tertangkap (Mungkin karena kejahatan yang lain) dan dipenjarakan di penjara dimana Rasul Paulus di penjarakan. Rasul Paulus melayani dan mengajarkan dia tentang Kristus, sehingga ia menjadi orang yang Percaya dan Menerima Yesus, serta melayani Paulus didalam penjara. Setelah dia dibebaskan, Paulus meminta dia kembali kepada tuanya Filemon di Kolose. Paulus menuliskan surat kepada Filemon dengan permohonan untuk menerima kembali Onesimus, bukan lagi sebagai budak, tetapi sebagai SAUDARA YANG YANG KEKASIH (Filemon 1 : 16).

Bukanlah suatu hal yang mudah bagi Filemon untuk menerima kembali Onesimus yang sudah melarikan diri dan MENGECEWAKAN dia, apalagi menerima dia SEBAGAI SAUDARA YANG KEKASIH, tetapi Alkitab tidak mencatat bahwa Filemon menolaknya. Dalam hal inilah KEDEWASAAN ROHANI Filemon TERUJI dan TERBUKTI. Paulus begitu yakin bahwa Filemon bahkan melakukan lebih dari apa yang dia minta (Filemon 1 : 21).

Secara manusia buakanlah hal yang mudah bagi Filemon untuk mengampuni dan menerima Onesimus yang pernah tinggal dan bekerja dengan dia tetapi melarikan diri dan mengecewakan dia. Alkitab juga mengingatkan bahwa sulit sekali untuk dapat mengampuni dan menerima kembali saudara (Orang yang paling dekat dengan kita) apabila ia telah mengecewakan dan mengkhianati kita. Amsal 18 : 19 : Saudara yang dikhianati LEBIH SULIT DIHAMPIRI daripada kota yang kuat,…..dan itulah situasi yang dihadapi oleh Filemon. Akan tetapi MENGAMPUNI HARUSLAH dilakukan, selain merupakan perintah Tuhan, mengampuni adalah BUKTI KEDEWASAAN ROHANI seorang Kristen.

Mengampuni sesungguhnya bukanlah sesuatu yang kita buat untuk orang lain, tetapi untuk diri kita. Saat kita memberikan Pengampunan, sesungguhnya kita sedang MEMBEBASKAN DIRI KITA DARI PENJARA : Dendam, Kebencian, Kepahitan serta semua pikiran dan perasaan yang buruk. Mengampuni juga merupakan BUKTI BAHWA KITA TELAH MENERIMA DAN MENGALAMI PENGAMPUNAN DARI TUHAN. Kita mengampuni SEBAGAIMANA TUHAN TELAH MENGAMPUNI KITA (Kolose 3 : 13). Artinya, HANYA ORANG YANG SUNGGUH TELAH MENERIMA DAN MENGALAMI KUASA PENGAMPUNAN DARI KRISTUS YANG AKAN MEMILIKI KUASA UNTUK MENGAMPUNI.

Selain itu, ada teladan rohani juga dari Onesimus. Dia tidak hanya mentaati permintaan Paulus, tetapi para penafsir yakin bahwa dia sendirlah yang membawa surat Rasul Paulus itu kepada Filemon. Dalam aturan perbudakan saat itu, Filemon boleh saja membunuh Onesimus kerena pelanggarannya itu. Artinya, untuk dapat diampuni, Onesimus juga haruslah ada kerendahan hati untuk datang kepada Filemon. Tuhan sendiri hanya akan mengampuni jika kita datang dan mengaku dosa kita kepada-Nya ( I Yohanes 1 : 9 ). Dengan datang kepada Filemon, selain menunjukkan kerendahan hatinya, Onesimus menunjukkan tanggung jawab untuk MENERIMA APA SAJA KONSEKWENSI atas pelanggarannya.

Saya mengampuni orang lain karena saya telah diampuni oleh Tuhan. (I Forgive because I have Forgiven)

Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati……!!!

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *