TELADAN KEDEWASAAN ROHANI KELUARGA AYUB

SURAT GEMBALA

 

Minggu, 19 Juni 2022

 

TELADAN KEDEWASAAN ROHANI KELUARGA AYUB.

 

Kemudian berdirilah Ayub, lalu mengoyak jubahnya, dan mencukur kepalanya, kemudian sujudlah ia dan menyembah, katanya : “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya, TUHAN YANG MEMBERI, TUHAN YANG MENGAMBIL, terpujilah nama Tuhan.”Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Ayub 1 : 21-22.

 

Selain dalam pandangan manusia (Ayub 1 : 1), Tuhan sendiri MENGAKUI dan MEMUJI kesalehan Ayub. Bahkan Tuhan berkata : Sebab TIADA SEORANGPUN DI BUMI SEPERTI DIA, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1 : 8). Tetapi Iblis menuntut untuk mencobai Ayub orang saleh itu. Oleh karena Tuhan MENGENAL SIAPA AYUB DAN MENGETAHUI KETEGUHAN IMANNYA, Tuhan mengijinkan Iblis untuk menghancurkan seluruh harta dan ke sepuluh anaknya, bahkan kesehatan tubuh Ayub. Tujuan iblis hanya satu yaitu SUPAYA AYUB MENGUTUKI TUHAN DENGAN MULUTNYA (Ayub 1 : 11). Akan tetapi Alkitab mencatat bahwa Ayub dapat menjalani seluruh proses yang menyakitkan itu sampai akhirnya dalam pasal 42 Keadaan Ayub Tuhan pulihkan, bahkan dua kali lipat dari apa yang pernah iblis hancurkan.

Ayub adalah manusia biasa, tetapi mengapa dia memiliki KUASA dan KEDEWASAAN ROHANI  untuk menghadapi semua persoalan itu dan tetap mempercayai kebaikan Tuhan. Berikut ini beberapa hal penting dalam pribadi Ayub sehingga dia dapat MEMANDANG KECIL semua persoalan yang secara manusia sangat luar biasa itu, yaitu :

  1. Ayub mengenal dan sangat menghormati Tuhan. Sehingga ia memelihara hidup yang Saleh dan jujur; ia TAKUT AKAN TUHAN dan MENJAUHI KEJAHATAN. ( Ayub 1 : 1)
  2. Ayub sangat MEMPERCAYAI Tuhan. Tuhan adalah TUHAN YANG SELALU BAIK. Tuhan BUKAN PEMBUAT MASALAH ITU. Tuhan hadir dalam masalah itu( Ayub 1 : 22)
  3. Ayub sadar siapa dirinya dihadapan Allah dan dan segala harta miliknya serta ke-sepuluh anaknya sepenuhnya adalah MILIK ALLAH dan PEMBERIAN ALLAH. Allah BERHAK PENUH atas hidupnya dan segala harta miliknya (Ayub 1 : 21)

Iman Ayub tidak bergantung kepada situasi disekitarnya. Iman Ayub tidak didasarkan atas harta kekayaan nya. Ayub mempercayai Tuhan bukan karena : BERKAT, KESEMBUHAN atau MUJIZAT yang Tuhan berikan. Ayub MENGENDALIKAN DAN BERKUASA ATAS SITUASI YANG DIA ALAMI, BUKAN DIKENDALIKAN OLEH SITUASI. Tuhan tidak hanya MENJADIKAN KITA PEMENANG, TETAPI KITA LEBIH DARI ORANG YANG MENANG (Roma 8 : 37)

Iman Kristen sesungguhnya akan terlihat pada saat kita menghadapi tekanan atau masalah. Berkata Tuhan itu baik, hebat dan dasyat tidak lah terlalu sulit saat kita mengalami Kesehatan dan Kelimpahan. Tetapi saat kita ada dalam keadaan sulit dan tertekan, masihkan kita memiliki kuasa untuk tetap mempercayai Tuhan  dan berkata bahwa Tuhan itu selalu baik.

SAAT KITA SUNGGUH-SUNGGUH MENYADARI AKAN KEBESARAN ALLAH, MAKA KITA AKAN MELIHAT SEMUA PERSOALAN HIDUP SEBAGAI HAL-HAL YANG KECIL.

Jadilah orang Kristen dan Keluarga Kristen yang dewasa didalam iman kepada Allah didalam Kristus Yesus.

Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…….!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *