TELADAN IMAN YONATAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 02 OKTOBER 2022

 

TELADAN IMAN YONATAN

I SAMUEL 13:2

 

          Shalom Jemaat Tuhan, tidak terasa kita telah memasuki bulan Oktober pada tahun 2022 ini, bulan ini sesuai dengan kalender pelayanan Gereja ditetapkan sebagai bulan Pemuda, itu sebabnya yang melayani kita mayoritas anak-anak muda. Pada minggu pertama di bulan pemuda ini kita akan belajar bersama melalui kehidupan anak muda yang bernama Yonatan (I Sam 13:16). Yonatan adalah putra sulung Raja Saul dari  istrinya yang satu-satunya bernama Ahinoam. Yonatan memiliki saudara laki-laki  dan perempuan diantaranya Yiswi, Malkisua, saudara perempuan; Merab dan Mikhal. Yonatan berasal dari keturunan Benyamin (I Sam 14:49-50). Nama Yonatan disebut 91 kali dalam Alkitab. Yonathan dibunuh oleh tentara Filistin dan meninggal di medan peperangan di gunung Gilboa (I Sam 31:1-2). Paling tidak ada 3 teladan iman Yonatan yang dapat kita pelajari dan kita hidupi dalam universitas kehidupan ini;

          Pertama, Yonatan tidak menyerah dalam ketidakberdayaannya (ISam 13:1-4). Dalam konteks dan teks nast Ini dapat kita ketahui bahwa Raja Saul memiliki 3.000 pasukan. 2.000 bersama-sama dengan Saul dan 1.000 bersama-sama dengan Yonatan. Sekalipun Yonatan tidak pernah disebutkan Panglima perang dan tidak pernah dicatat sebelumnya bahwa dia pernah berperang. Berbeda dengan zaman Raja Daud, panglima perang pasti sudah memiliki kematangan dalam skill berperang karena sudah terlatih dan memiliki pengalaman yang banyak dalam peperangan. Sedangkan Yonatan yang tidak memiliki pengalaman dalam peperangan. Pada sisi lain bangsa Israel mengalami kekurangan banyak senjata, tukang besi tidak ada di Israel. Kendatipun dalam hal yang terbatas, kekurangan senjata, keterbatasan dalam persiapan terbatas (SDM) dan beberapa area Israel telah dicaplok bangsa Filistin. Yonatan tidak merasa lemah, putus asa dan tidak menyerah sehingga akhirnya Yonatan dapat mengalahkan musuh-musuhnya (I Sam 13:3).

              Kedua, Yonatan memiliki iman yang disertai dengan perbuatan (I Sam 14:6-12). Dalam pasal 14 ini bangsa Israel mengalami masa yang sangat tidak baik, karena pasca Raja Saul meniupkan sangkakala, sehingga membuat bangsa Filistin  menambahkan dan meningkatkan  pasukannya lebih banyak lagi. Hal ini membuat bangsa Israel ketakutan dan tidak sedikit yang meninggalkan Saul dengan melarikan diri ke wilayah pegunungan dan bersembunyi digua-gua batu. Penyebab lainnya ialah karena Raja Saul bukan seorang pemimpin yang Visioner dan dalam kesulitan Saul tidak berharap kepada Tuhan. Kemudian bangsa Israel tidak memiliki perlengkapan senjata yang baik, lebih dari pada itu penyebab bangsa Israel lemah dan takut karena tidak melibatkan Tuhan. Berbeda dengan Yonathan yang melibatkan Tuhan dalam peperangan (I Sam 14:6) sehingga Tuhan yang memberikan kemenangan yang gilang gemilang (I Sam 14:23).

              Ketiga, Yonatan berani bertindak menemukan kekuatannya. Dan  mengaku kesalahan (I Sam 14:24-46). Konteks nast ini bangsa Israel terdesak dalam peperangan Raja Saul memerintahkan untuk berpuasa, siapapun yang melanggar akan dikutuk. Dapat dibayangkan pasukan yang berperang, memerlukan tenaga/kekuatan fisik tanpa makan dan minum. Tidak bermaksud menghakimi Raja Saul tetapi sangat jelas bahwa puasa yang dilakukan bukan atas kehendak Tuhan dan penrehan diri kepada Tuhan melainkan karena motivasi “balas dendam”(I Sam 14:24). Yonatan terjebak dalam perkataan /kutuk ayahnya (I sam 14:27-28) dan Tuhan membebaskannya dari kutuk (I Sam 14:44-46)

          Keempat, Yonatan memilik sahabat karib sekaligus “Brother Keeper” (I Sam 18:1-5). Daud dan Yonatan sepakat dalam persahabatan; Yonatan dan Daud memiliki tingkat rohani yang sama, Yonatan dipimpin oleh Roh Allah dalam peperangan dan memenangkannya sedangkan Daud dipenuhi urapan Tuhan melalui Nabi Samuel. Pribadi yang memiliki atau dipenuhi Roh Allah akan memiliki visi yang sama dari Allah. Kemudian Yonatan dan Daud memiliki latar belakang yang baik/background jiwa yang baik dan sehat. mereka sama-sama mencintai Tuhan, berkarya untuk Tuhan sehingga dapat bersekutu, berpadu jiwa, sehati bagi Tuhan. Intinya Hidup Yonatan dan Daud sama-sama dipimpin oleh Tuhan. Pribadi yang dipimpin oleh Tuhan memiliki kasih yang nyata, bukan menghakimi, bukan perkataan yang kotor, yang menyakitkan sehingga sakit hati dan terluka.

Selamat Hari Minggu dan Selamat Beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *