TELADAN IMAN DORKAS

TELADAN IMAN DORKAS

(KISAH PARA RASUL 9:36-42)

 

Shalom, Jemaat yang dikasihi Tuhan minggu ini kita akan belajar dari tokoh perempuan yang biasa-biasa saja tetapi berdampak luar biasa, dia ialah Dorkas, Sang Bisnis women(Usaha Konveksi-Penjahit) yang mengratiskan hasil kerjanya/hasil jahitan kepada para janda yang tidak mampu. Dorkas (Yunani: δορκας – DORKAS, disebut juga Tabita, Yunani: ταβιθα – TABITA ‘rusa betina‘, terkenal karena kasihnya di gereja Yope (Kisah 9:36). Disebut 4 kali dalam alkitab dan hanya di dalam Kisah Para Rasul 9:36 & 40. Dorkas tinggal di Yope atau Yafo, sekarang Jaffa dipesisiran laut mediterania. Paling tidak ada tiga teladan iman Dorkas menurut Kisah Para Rasul 9:36-42;

Pertama, Menjadi Murid Tuhan(36a). Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita dalam bahasa Yunani Dorkas. Penulis kisah ini tentu tidak sembarangan memperkenalkan Dorkas sebagai Murid. Dalam bahasa Yunani dia sebut sebagai ‘Mathetria’ yaitu murid perempuan. Kata murid sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu Mathetes artinya pelajar, disciple atau pupil. Maka kata murid artinya adalah orang yang sedang belajar, ini penekanannya lebih kepada proses pemuridan. Kata Murid juga adalah menggambarkan hubungan antara guru dan muridnya. Maka ketika dorkas disebut sebagai seorang murid, itu karena dia sudah mengalami proses belajar menjadi seperti Yesus. Dari mana kita tau? Dari kisah 9:36 “…..Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah..”  Kita harus menjadi murid Yesus, belajar kepada Yesus, mengikuti jejak Yesus dalam situasi duka maupun suka. Terus melakukan kebaikan dan suka menolong mereka yang membutuhkan dengan apa yang kita bisa lakukan.

Kedua, Memaksimalkan potensi diri-keahlian dengan tujuan berbuat baik dan bersedekah(36b). Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah. Perhatikan kata “Banyak sekali berbuat baik” kata ini menunjukkan bahwa berbuat baik dan memberi adalah gaya hidup Dorkas. Itu menjadi kebiasaan hidupnya setiap hari. Maka pertanyaanya, dari mana dia belajar tentang hal itu? Dari Tuhan Yesus… Dorkas belajar bagaimana Tuhan Yesus memberikan seluruh hidupnya untuk dirinya, bagaimana dia mati untuk menyelamatkan orang berdosa. Maka dari hasil belajar itu, dia diubahkan dan dia ingin memberikan hidupnya untuk menjadi berkat bagi orang lain, terutama kepada orang-orang miskin dan menderita.  Dorkas bukan perempuan  yang luar biasa, tetapi dia memiliki ketrampilan yang luar biasa yaitu menjahit. Suatu ketrampilan atau keahlian tidak didapatkan dengan instan tetapi melewati proses. Tidak gampang untuk menjadi seorang ahli ditengah-tengah tekanan dan situasi yang tidak menguntungkan. Tantangan yang dihadapi Dorkas luar biasa sulitnya tetapi Dorkas membuktikan diri dan mampu melewatinya hingga menjadi berkat. Menghadapi ekonomi yang sulit karna ditinggalkan suami namun Ia tetap berbuat baik. Dorkas adalah seorang janda. Tinggal ditengah-tengah kaum janda. Pekerjaan utama di Yope ialah sebagai Nelayan dan rata-rata suami mereka meninggal karena pekerjaan. Mereka mencari ikan di laut mediterania yang sangat berbahaya. Menarik bahwa justru  Dorkas memanfaatkan tekanan untuk memunculkan dan mengembangkan keahliannya.

Ketiga, Menjadi saksi Kristus hingga kematian dan kebangkitan(37-43). Kualitas hidup seseorang tidak ditentukan oleh lamanya hidup melainkan ditentukan oleh apa kontribusi/dampak hidup kita bagi sesama dengan kata lain apakah kehidupan kita sudah menjadi berkat? Dorkas meninggal karena sakit(37). Sesudah dia meninggal, anggota-anggota gereja mengutus dua orang ke Lida untuk menjemput rasul Petrus, Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup(39). Fakta Penting: Kematian dan kebangkitan Dorkas menyatakan Kemuliaan Allah. Pritiwa itu tersiar keseluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan(42). Kasih Dorkas diungkapkan oleh para Janda dengan menunjukkan kepadanya(Petrus) semua baju dan pakaian yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup. Dorkas TIDAK minta-minta Uang atau melakukan hal-hal yang tidak halal guna mendapatkan uang melainkan dengan Kerja kerasnya bekerja dan menciptakan komunitas hingga menolong para Janda. Kematian yang selalu dikenang sebagai pribadi yang baik dan bermurah hati. Tetapi yang luar biasa dari kematian Dorkas adalah semua orang tidak rela Dorkas mati, mereka berharap Dorkas panjang umur tetapi kematian tidak bisa ditahan. Mengapa mereka sangat berduka?Pada waktu itu ada banyak orang-orang yang susah, mereka tidak punya pakaian yang layak, maka Dorkas melihat keperluan mereka akan pakaian, lalu kemudian dia menjahitkan pakaian untuk mereka. Dia menjahit pakaian bukan untuk satu dua perempuan janda. Kalimat di ayat 39 “Semua janda datang berdiri dan menangis..” Menunjukkan jumlah yang banyak dan pakaian yang dia jahit untuk mereka bukan hanya satu dua pakaian, tetapi banyak..dan dia tidak minta tarif, tetapi dia jahitkan secara gratis untuk mereka yang tidak mampu. Akhirnya;“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat”(Fil 4:5)

Leave a Comment

Your email address will not be published.