TELADAN AYUB SEBAGAI PRIA YANG MENJADI SAKSI BAGI TUHAN

(Ayub 1:1-22)

Shalom jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus, puji syukur pada Tuhan kita Yesus Kristus kita boleh memasuki hari pertama dibulan September, semua oleh karena anugerah dari Tuhan kita Yesus Kristus. Bulan September 2019 adalah bulan Pria, dengan tema sepanjang bulan September “Pria Yang Menjadi Saksi Bagi Tuhan.” Minggu pertama di bulan September  kita belajar dari tokoh Pria dalam Alkitab yang bernama AYUB.

Ayub adala seorang Pria yang memiliki kepribadian atau karakter yang luar biasa. Karakter Ayub yang luar biasa didasari kehidupan Ayub yang SENANTIASA TAKUT AKAN TUHAN. “…Ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:1b) Takut akan Tuhan akan membuat manusia tidak berbuat kejahatan dan berperilaku baik.  “Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat dan mulut penuh tipu muslihat.” (Amsal 8:13)  “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar , untuk menyatakan kesalahan, un tuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap ,manusia kepunyaan Allah diperlengkapi  untuk setiap PERBUATAN BAIK.” (2 Timotius 3:16-17) Kepribadian Ayub yang Takut Akan Tuhan mendatangan KEBERKATAN bagi DIRINYA, KELUARGANYA DAN PEKERJAANNYA. “Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kau berkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu.” (Ayub 1:10)

Bagaimanalah Teladan Ayub Sebagai Pria Yang Menjadi Saksi Bagi Tuhan :

  1. Ayub Tetap Konsisten Memuliakan Tuhan Di Tengah Kelimpahan/ Kebangkrutan Dan Penderitaan Yang Sangat Berat. (Ayub 1:14-22, 2:7-8)
  2. Ayub Berfungsi Sebagai Imam Dan Nabi Dalam Keluarganya.   “Setiap kali, apabila hari-hari pesta berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka, keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya : “Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.” Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.” (Ayub 1:5) “Maka berkatalah isterinya kepadanya : “Masih bertekunkah engkau dalam kesalehanmu kutukilah Allahmu dan matilah!” Tetapi jawab Ayub kepadanya : “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya .” (Ayub 2:9-10)
  3. Ayub Memiliki Jiwa Sosial Yang Tinggi. “Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan, orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu dan lutut yang lemas telah kau kokohkan.” (Ayub 4:3-4)
  4. Ayub Melepaskan Pengampunan Terhadap Sahabat-Sahabatnya. “Lalu TUHAN MEMULIHKAN KEADAAN AYUB, setelah ia MEMINTA DOA UNTUK SAHABAT-SAHABATNYA dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.” (Ayub 42:10).

Oleh : Pdt. Yus Fredy Kaunang, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.