TEBARKANLAH JALAMU (Luk 5 : 4c)

SURAT GEMBALA

Minggu, 14 AGUSTUS 2022

 

TEBARKANLAH JALAMU (Luk 5 : 4c)

Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan(TB)

 

Shalom, “Tebarkanlah” adalah kalimat perintah dan suatu kewajiban. Defenisi “Tebar“ dan “Jala” menurut KBBI :  tebar/te·bar/ /tébar/ v, bertebaran/ber·te·bar·an/ v bertaburan; berhamburan; tersebar. menebarkan/me·ne·bar·kan/ v 1. mencampakkan (jala) supaya terbentang; mengembangkan (jala); 2. menabur(kan); menyebar(kan); menghamburkan: ~ 3. menyerak-nyerakkan:; 4. ki menyiarkan (agama, maklumat, dan sebagainya). Jala: 1 alat untuk menangkap ikan yang berupa jaring bulat (penggunaannya dengan cara menebarkan atau mencampakkan ke air); 2 Olr alat untuk batas pada suatu permainan (dalam bola voli, tenis meja, tenis, bulu tangkis) yang berupa jaring atau net yang dipasang pada dua buah tiang sebagai pembatas antara dua belah lapangan dan dua pemain atau regu yang bertanding supaya tidak bersentuhan. Tebarkanlah Jala adalah Perintah Tuhan yang sama artinya dengan Injil Matius 28:19-20. Mengapa Tuhan memerintah kita untuk menebarkan jala/jarring selebar-lebarnya, karena Tuhan tahu kecenderungan hati manusia selalu focus pada keslamatan diri dan tidak memikirkan keslamatan sesame. Tuhan Yesus secara lugas dan tegas terhadap pribadi yang kikir-pelit, termasuk pelit memberitakan Injil. pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu  tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (I kor 6:10). Apakah yang menjadi jala atau jaring kita untuk menjangkau jiwa bagi Kristus;

Pertama, Media Digital. Peluang Penjangkauan jiwa-jiwa melalui media digital jauh sebelum era digital ini telah disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada Filipus dan setiap pengikut-Nya di Era ini:. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya  kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar  dari pada itu (Yoh 14:12).

Kedua. Art-seni. Musik adalah untaian melodi, ritme, tekstur harmoni, dilengkapi dengan untaian syair. Sadar atau tidak sadar, musik ada disekitar kita dan ‘mengepung’ kehidupan kita. Jody Gater dan Stephanie Gestier korban Musik Emo tahun 2007 remaja asal Australia. Musik Emo adalah musik yang mengedepankan keindahan dunia kekelaman, keputusasaan dan kesepian hidup. Suatu kisah yang tragis bagi remaja yang sebenarnya masih memiliki masa depan yang cemerlang, tetapi karena dipengaruhi Musik,mereka memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka. Musik mampu ‘menguasai’ kehidupan kita, baik atau buruk, musik memiliki koneksi penting dalam kehidupan manusia. Musik adalah ALAT yang penuh kuasa. Musik bisa merampok hati manusia, bisa membuat seseorang bertindak bodoh, tetapi…Musik bisa mengubah hati manusia yang putus asa menjadi berpengharapan kepada Tuhan. Musik dan Pengabaran Injil merupakan partner yang harmonis. Beberapa sejarah mencatat adanya hubungan harmonis antara musik dan kehidupan penginjilan kepada umat Tuhan. Beberapa penginjil selalu menyertakan musik dalam setiap kotbah, KKR, kepada jemaatnya. DL Moody dan Ira D Sankey, melalui kotbah dan musik yang menggugah iman orang-orang yang dijaman itu mengalami krisis kepercayaan dan penindasan, dengan musik, kasih Tuhan dapat disalurkan kepada mereka.

Ketiga, Dunia Pendidikan. Dalam Ulangan 6:4-5, Tuhan memerintahkan para orang tua untuk mengajarkan Firman Tuhan kepada anak secara berulang-ulang. Sehingga anak memiliki sikap yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan di segala waktu dan tempat. Berapa jiwakah yang kita persembahkan kepada Yesus melalui sekolah atau kampus yang kita bina?

Keempat, Segala Profesi. Seorang yang hidup sebagai murid Kristus memiliki visi dan misi untuk hidup dan mewartakan kabar baik sesuai Frofesi dalam masyarakat yang heterogen ini  Peran kaum Profesional dituntut dalam hal ini untuk menjadi terang ditengah tengah kegelapan, namun harus diperhatikan pola hidup sebagai anak terang yang sudah percaya kepada Kristus, sebab keteladanan hidup penting untuk menjadikan kabar yang baik bagi masyarakat sekitar .

Paling tidak ada 2 hal yang harus diperhatikan tentang “Jala” yang digunakan: Pertama, Jala harus dibasuh (2). Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya (TB). Yesus melihat dua perahu di pantai itu; nelayan-nelayannya sudah turun dari perahu-perahu itu dan sedang mencuci jala mereka (BIS) And He saw two boats drawn up by the lake, but the fishermen had gone down from them and were washing their nets (AMPC). Kedua. Jala bisa Koyak-Rusak (6). Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. And when they had done this, they caught a great number of fish, and their net was breaking (KJV).

Catatan dan menjadi peringatan keras; Tetapi aku melatih tubuhku  dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak (I Kor 9:7).

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *