TANTANGAN TEOLOGI

SURAT GEMBALA

Minggu, 03 Nopember 2019

TANTANGAN TEOLOGI

GAL 1 : 6-10

Syalom, Selamat kepada seluruh umat Tuhan oleh karena kemurahan Kristus kita masuk dalam bulan November tahun ini. Secara khusus pada bulan ini tema kalender Gereja ialah “Tantangan  Kesaksian Gereja masa Kini” pada minggu pertama ini dimulai dengan “Tantangan Teologi” baik secara internal maupun eksternal gereja. Tantangan dalam Teologi Kristen pastinya sudah banyak bermunculan sejak agama Kristen mulai ada, pada awal abad pertama Masehi. Seiring perjalanan waktu, ajaran sesat ini semakin modern, berkembang ke seluruh penjuru dunia, bahkan memiliki hierarki sendiri dan Alkitab sendiri, dan penyebarannya didanai oleh hierarki pusat mereka (Contoh : Baha’I,  pusatnya di Haifa, area gunung Karmel, Israel). Seiring bertambah besarnya dan bertambah mudahnya jalur transportasi dan sistem komunikasi, aliran-aliran sesat tersebut pun masuk ke Indonesia. Mereka bahkan memiliki “gereja” sendiri, terkadang berukuran besar layaknya gereja pada umumnya. Karena sekilas tampak seperti ajaran Kristen pada umumnya, aliran-aliran sesat ini mudah untuk mendapatkan jemaat baru sehingga penyebarannya pun semakin cepat. Paling tidak ada dua tantangan Teologi menurut Galatia 1:6-10 terhadap Kesaksian Gereja Masa Kini :

Pertama, Bidat/ajaran sesat (6-9). aliran sesat atau bid’ah adalah “ajaran yang menyalahi ajaran yang benar”, artinya menyimpang dari ajaran resmi suatu agama (KBBI). Tuhan Yesus sudah memperingatkan kita dengan keras tentang ajaran sesat dan bagi pribadi yang melakukannya : “tetapi barangsiapa menyesatkan  salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya  lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya : memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya” (Mat 18:6-7). Rasul Paulus juga mengecam dengan keras bagi pelaku penyesatan : “terkutuklah” (8-9). Ciri-ciri Bidat menurut Rasul Paulus dalam Galatia 1:6-9 : tidak mengakui injil Kristus sebagai otoritas tertinggi dalam pengajaran (6). memutarbalikan Injil Kristus (7) mengaku menerima Firman/Injil dari sorga (8) Kitab dan pengajaran berbeda dari Alkitab (9).

Kedua, doktrin gereja yang didasarkan pada kesukaan dan perkenanan manusia bukan Tuhan (10). Doktrin adalah sebuah ajaran pada suatu aliran politik dan keagamaan serta pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem, khususnya dalam penyusunan kebijakan negara. Secara singkat, doktrin ialah ajaran yang bersifat mendorong sesuatu seperti memobilisasinya (Wikipedia). Intinya Doktrin adalah Ajaran. Model ajaran hanya untuk kesukaan manusia ; memuaskan telinga. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya (II TIM 4:3). Telinga mewakili panca indra. Selanjutnya memalingkan telinga pada dongeng. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran  dan membukanya bagi dongeng (II TIM 4:4). Kemudian didasarkan pada perkenanan manusia. Imam Amazia tega mengusir rekan pelayanannya Amos karena zona zamannya (Amos 7:10-13). Imam Amazia mengalami situasi yang sangat mengerikan sampai akhir hidupnya (Amos 7:17): Istri akan bersundal di kota , Anak laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang. Tanah akan dibagi-bagikan, mati di tanah yang najis dan Jemaat Israel menjadi orang buangan.

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *