TANTANGAN SOSIAL DAN TEKNOLOGI

SURAT GEMBALA

Minggu, 28 MARET 2021

TANTANGAN SOSIAL DAN TEKNOLOGI

II KORINTUS 8:1-2

 

Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan

Shalom, Jemaat Makedonia adalah jemaat teladan dalam menghadapi tantangan kehidupan.  Jemaat makedonia tidak menyerah dengan situasi yang menekan (menghadapi penderitaan & sangat miskin) mereka justru mereka membalikkan keadaan dan memanfaatkan tantangan untuk berkarya dan memberikan buah bagi Kristus dalam hal pengorbanan. Bagaimana dengan orang percaya saat ini dalam menghadapi tantangan sosial dan teknologi ? Paling tidak ada dua sikap orang percaya terhadap dalam menghadapi tantangan sosial dan teknologi menurut II Korintus 8:1-2 yaitu;

Pertama, Hidup dalam Kasih Karunia Allah (1). Perkembangan sosial dan teknologi adalah anugrah Allah. Manusia diciptakan dengan akal budi (Kej 1:27-28, 6:14-16,22). Lewat akal budi inilah, manusia mengembangkan pengetahuan mereka sehingga terciptalah teknologi. Dan, pada perkembangannya, teknologi yang merupakan hasil dari akal budi manusia sudah demikian modern, sesuai dengan perkembangan zaman dan peradaban. Teknologi yang merupakan hasil dari akal budi manusia telah dimulai sejak awal sejarah manusia. Manusia memiliki daya cipta karena dia diciptakan sebagai gambar Allah dan sebagai pribadi yang berakal budi. Iman kepada Yesus Kristus adalah prioritas utama dalam kehidupan orang percaya. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi dapat merenggut kesaksian iman Kristen. Kita saat ini berada dalam era digital 4.0 di mana Fase baru di Revolusi Industri yang fokus di : Interkonektivitas, Otomatisasi, Machine Learning, dan Real Time Data. Ada dua sisi dampak teknologi yang harus diketahui dan diresponi; 1. Dampak negative; Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, akal budi manusia juga telah dikuasai oleh dosa. Dan, ketika manusia yang berdosa melalui akal budinya dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka ilmu pengetahuan dan teknologi manusia tersebut kecenderungannya digunakan untuk melawan Allah. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Babel (Kejadian 11:1-9). Ketika Allah mengacau balaukan pembangunan menara Babel, yang ditentang Allah bukanlah pendirian kota dan menara Babelnya, tetapi kesombongan mereka dengan pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya, serta motivasi mereka yang ingin mencari nama dan ingin menyamai Allah (Kejadian 11:4). Dampak yang nyata dalam masa era digital 4.0 ini ialah Era Pos Truth; era di mana kebenaran sudah mulai dikaburkan dan diganti dengan sesuatu yang dilandasi dengan rasio manusia (Hoax), Manusia menikmati keinstanan yang ditawarkan dunia. Tidak menikmati kebersamaan dalam komunitas secara langsung, hilang kehangatan kebersamaan. Individualisme. Hilangnya persekutuan langsung di Gereja. Kasih keluarga menjadi dingin. Banyak pengangguran karena pekerjaan dilakukan oleh Robot. 2. Dampak Positif. Bagi manusia yang tunduk dan taat akan Allah, akal budi yang berkembang dalam dirinya juga ditundukkan di bawah kedaulatan Allah. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berasal dari akal budi manusia yang takut akan Allah akan digunakan untuk tujuan yang diinginkan Tuhan, yaitu: untuk mengabdi dan memuliakan Allah serta memberikan kebaikan, manfaat, dan kemudahan bagi umat manusia. Contohnya Nuh (Kejadian 6). Dampak positif yang nyata dalam era digital 4,0 ini ialah Meningkatkan Kecerdasan, Kecepatan dan Efesiensi. Penyimpanan dan berbagi, Meningkatkan komunikasi, Sebagai pertukaran data, Konektivitas Jarak Jauh, Memperoleh informasi, Otomasi, Sarana bertransaksi dalam dunia bisnis. Seolah tidak ada lagi batasan jarak dan waktu.

Kedua, Memanfaaatkan tantangan untuk kemuliaan Tuhan (2). Jemaat Macedonia tidak mau hidup dalam kepasrahan dan digilas oleh tantangan melainkan mereka memilih dan membuat keputusan untuk membalikkan keadaan dan menggunakan tantangan itu untuk menjadi berkat. Mereka sangat menderita namun memiliki sukacita yang meluap artinya melimpah, mereka sangat miskin namun mereka kaya dalam kemurahan. Bagaimana dengan kita, akankah perkembangan teknologi menggerus iman kita ? Atau kita memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kemuliaan Tuhan. paling tidak ada 4 hal yang dapat dilakukan; 1. Tidak hidup menjadi hamba/budak media sosial dan teknologi (I Kor 6:12). 2. Memberitakan Injil melalui media sosial dan teknologi (I Pet 2:9). 3. Melayani melalui media sosial dan teknologi (Ef 2:10). 4. Menjadi teladan dalam bersosial media dan teknologi (Fil 4:8).

Selamat Hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!

 

Oleh. Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *