Tangkaplah Ikan (Lukas 5:4d)

SURAT GEMBALA

Minggu, 21 AGUSTUS 2022

 

Tangkaplah Ikan (Lukas 5:4d)

 

“Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ketempat yang dalam dan tebarkanlah jalahmu untuk menangkap ikan”

 

Shalom, tangkaplah berasal dari kata dasar tangkap memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga tangkap dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, dan pengalaman.

Menangkap sama halnya dengan menggapai, menjangkau, atau mencengkram apa yang menjadi tujuan, dalam hal ini ikan menjadi tujuan dari pada Simon untuk di tangkap.

Dalam tradisi tradisonal ketika seorang nelayan pergi untuk menangkap ikan ada beberapa hal lain yang harus mereka perhatikan selain alat untuk menangkap ikan, yaitu :

  1. Nelayan biasanya mempelajari karakter dari ikan dan habitat tempat ikan itu hidup, hal ini berkaitan dengan sifat dan cara ikan mencari makan serta tempat yang disukai ikan untuk hidup. Ini berbicara mengenai mengenal dan memahami.
  2. Nelayan memperhatikan dan mempelajari kondisi langit karena mereka percaya pola ikan dalam mencari makan dipengaruhi posisi bulan dan matahari, bahkan juga mereka melihat apakah cuaca hari itu memungkinkan untuk mereka pergi menangkap ikan atau tidak, nelayan melihat kondisi yang ada dan tidak bertindak terburu-buru dalam menangkap.

Menangkap ikan dalam teks ini berbicara mengenai hasil atau tujuan yang Yesus inginkan dari kedua tindakan yang sebelumnya Yesus perintahkan, yakni “Bertolaklah” dan “Tebarkanlah”. Yesus memakai kata “Ikan” untuk menggambarkan jiwa-jiwa yang mau Dia tangkap.

Makanya dalam ayatnya yang ke 10b dalam teks ini Yesus berkata “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan tugas ini juga yang Allah berikan kepada setiap kita yang mengaku percaya di dalam nama anak-Nya Yesus Kristus, yakni menangkap jiwa-jiwa dan memenangkan mereka.

Setidaknya ada dua hal yang harus kita perhatikan ketika menangkap jiwa-jiwa :

  1. Mengenal dan memahami mereka, hadir ditengah-tengah mereka untuk melihat keadaan dan kebutuhan mereka.
  2. Jangan menghakimi atau mengabaikan mereka hanya karena perbuatan dosa mereka, yang harus menjadi fokus kita adalah jiwa yang mau dan bisa diperbarui di dalam Yesus.

Dan hal yang harus kita sadari adalah, Yesus tidak pernah membedakan orang dan Dia adalah Tuhan atas semua orang. Dalam usaha kita menangkap jiwa-jiwa bagi kerajaan Allah kita harus ingat selalu bahwa Allah menyertai kita sampai kepada akhir zaman.

Matius 28:19-20, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!!

 

Oleh : Billy Guido, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *