TAHAN DALAM UJIAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 13 MARET 2022

 

TAHAN DALAM UJIAN

 

Saudara-saudaraku, anggaplah SEBAGAI KEBAHAGIAAN, apabila kamu jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu bahwa UJIAN TERHADAP IMANMU ITU MENGHASILKAN KETEKUNAN. Biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu MENJADI SEMPURNA dan utuh dan tidak kekurangan apapun.

Yakobus 1 : 2-4

 

Salah satu bukti dari kedewasaan rohani orang Kristen adalah bahwa dia MEMILIKI KUASA untuk TAHAN DALAM UJIAN. Ujian terhadap iman dapat dalam bentuk : Penderitaan, sakit-penyakit, Penganiayaan, Kekurangan, atau bahkan Kemakmuran dan kelimpahan. Dalam berbagai peristiwa yang dialami oleh para tokoh rohani didalam Alkitab, hampir semuanya pernah mengalami ujian dan pencobaan. Allah meminta Abraham untuk mempersembahkan Ishak anak Tunggalnya (Kejadian 22 : 12); Allah mengijinkan Iblis menghancurkan harta kekayaan Ayub dan membunuh ke-10 anaknya dan menimpakan penyakit barah kepada Ayub ( Ayub 1 ;1 -22, Ayub 2 : 1-13). Dengan kata lain, Ujian dan Pencobaan merupakan SARANA YANG DIPAKAI OLEH ALLAH untuk mendewasakan orang percaya agar semakin mengenal, bergantung dan mengalami kuasa Allah serta semakin menyerupai Kristus. Bahkan didalam Yakobus 1 : 2 mengajarkan kepada kita untuk MENGANGGAP SEBAGAI SUATU KEBAHAGIAAN apabila kita jatuh kedalam berbagai-bagai pencobaan. Secara manusia PASTI tidak ada orang Kristen yang mengharapkan mengalami ujian dan pencobaan. Dalam doa setiap hari umumnya kita meinta agar Tuhan MENJAUHKAN daripada kita segala macam masalah, kegagalan dan penderitaan. Akan tetapi dalam kenyataan hidup, bahkan apa yang tidak pernah kita doakan dan harapkan, justru itulah yang kita alami. Bagaimana respon kita dalam menjalani dan menghadapinya sangat ditentukan oleh pemahaman kita tentang Ujian dan Pencobaan itu. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang siswa atau mahasiswa untuk dapat mencapai kelas atau tingkatan yang lebih tinggi pastilah harus MENGIKUTI dan SIAP MEMBACA DAN MENJAWAB soal-soal yang diberikan sebagai materi pengujian. Semakin tinggi kelas atau tingkatan, cendrung materi ujiannya juga lebih berat. Oleh sebab itu, sebagai orang Kristen, untuk BERTUMBUH dan MENCAPAI KEDEWASAAN ROHANI kita harus siap menghadapi dan menjalani UJIAN IMAN yang TUHAN IJINKAN kita ada didalamnya. Sebagaimana halnya dalam setiap ujian sekolah ada harapan KENAIKAN KELAS apabila kita berhasil melewatinya, demikian halnya dibalik SEMUA UJIAN IMAN DAN PENCOBAAN yang Tuhan ijinkan kita alami PASTI ada janji berkat Tuhan yang Tuhan sediakan bagi kita.

Ujian iman bukanlah suatu hal yang menyenangkan. Untuk membuktikan kemurnian iman kita kepada Kristus, kita disamakan dengan emas yang diuji kemurniannya dengan api I Petrus 1 : 7. Oleh sebab itu, semakin kita tahan dalam ujian Iman, semakin BERKILAU dan MURNI lah iman kita. Orang Kristen yang tidak siap menjalani UJIAN IMAN tidak akan pernah bertumbuh dan mencapai kedewasaan secara rohani.

Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati….!!

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.