SIKAP GEREJA TERHADAP POLITIK (Daniel 2:21)

SIKAP GEREJA TERHADAP POLITIK

Perspektif dari Kitab Daniel 2:21

 

Politik dan agama sering kali saling terkait dalam sejarah umat manusia. Dalam konteks ini, gereja sebagai institusi keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk pandangan dan sikap terhadap politik. Dalam Kitab Daniel 2:21, terdapat ayat yang menyebutkan, “Ia merubah zaman dan masa, mengangkat raja-raja, dan menurunkan raja-raja, memberi hikmat kepada orang-orang yang berhikmat dan pengetahuan kepada orang-orang yang berakal.” Ayat ini memberikan pandangan yang menarik terkait bagaimana gereja seharusnya memandang politik.

 

Salah satu sikap yang dapat diambil dari ayat ini adalah pentingnya gereja untuk mengakui bahwa kekuasaan politik berasal dari Tuhan. Meskipun keputusan politik seringkali didorong oleh kepentingan manusia, gereja diajarkan untuk menghormati dan menerima keputusan yang diambil oleh penguasa yang diangkat oleh Tuhan. Hal ini membawa konsep ketaatan terhadap pemerintah yang diatur dalam Alkitab (Roma 13:1-7).

 

Namun demikian, sikap gereja terhadap politik juga harus mencakup aspek kritis dan proaktif. Gereja memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan keadilan, perdamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Dalam konteks politik, gereja diharapkan untuk menjadi suara yang meneguhkan prinsip-prinsip moral dan etika yang sesuai dengan Firman Tuhan.

 

Selain itu, gereja juga memiliki peran dalam memberikan panduan dan doa bagi para pemimpin politik. Dalam 1 Timotius 2:1-2, disebutkan, “Maka aku menasihatkan, terlebih dahulu, supaya doa, permohonan, pengantaraan dan ucapan syukur dibawa bagi semua orang, bagi raja-raja dan semua orang yang berkuasa, supaya kita dapat hidup dengan tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” Dari ayat ini, gereja diajarkan untuk mendukung para pemimpin politik melalui doa dan dukungan moral.

 

Dengan demikian, sikap gereja terhadap politik tidak hanya sebatas ketaatan terhadap pemerintah tetapi juga sikap kritis terhadap politikus dalam tanggung jawab sebagai pemegang amanah Tuhan dan rakyat.

 

Penting bagi gereja untuk memahami bahwa keterlibatan dalam politik bukanlah untuk mencari kekuasaan atau keuntungan pribadi, tetapi untuk melayani dan memperjuangkan keadilan, kebenaran, dan kebaikan bagi masyarakat. Gereja seharusnya menjadi suara yang meneguhkan nilai-nilai moral dan etika dalam ranah politik, mengingatkan pemerintahan akan tanggung jawab mereka untuk mengurus rakyat dengan adil dan bijaksana.

 

Namun, gereja juga harus berhati-hati agar tidak terlalu terlibat dalam politik sehingga kehilangan fokus utamanya, yaitu pelayanan rohani dan misi sosial. Gereja seharusnya tetap memprioritaskan keselamatan jiwa dan pelayanan terhadap masyarakat, sambil tetap terlibat dalam isu-isu politik yang relevan dengan nilai-nilai Firman Allah.

 

Dalam konteks modern, gereja diharapkan untuk berperan sebagai penengah dan perekat sosial dalam masyarakat, memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kesetaraan. Gereja juga memiliki tanggung jawab untuk membimbing umatnya dalam memahami prinsip-prinsip moral yang seharusnya membimbing mereka dalam berpartisipasi dalam kehidupan politik.

 

Dengan demikian, sikap gereja terhadap politik seharusnya seimbang antara kewaspadaan terhadap kekuasaan politik yang dapat disalahgunakan dan keterlibatan aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati kita semua,………!!

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *