SADRAKH, MESAKH DAN ABEDNEGO

SADRAKH, MESAKH DAN ABEDNEGO

DANIEL 3:1-30

 

                Shalom, Hidup adalah pilihan. Sesungguhnya mulai dari bangun tidur kita sudah diperhadapkan dengan pilihan dan keputusan yang harus kita buat. Kita ada hari ini karena keputusan kita masa lalu. Tidak ada  pilihan yang abu-abu, Yosua sampaikan kepada bangsa Isarel;ikut Allah Israel atau Allah orang-orang Amori(Yosua 24:15). Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus meminta kita memilih hidup yang kekal bukan kebinasaan(Yoh 3:16). Dalam keseharian kita pada saat ini menuntut pilihan-pilihan yang tepat, pilihan yang tepat bukanlah berdasarkan keinginan daging melainkan keinginan Allah. Tantangan terbesar dalam pilihan hidup adalah sakit penyakit, ekonomi, kedudukan dan kekuasaan, apakah dalam situasi krisis, terdesak, tekanan, dan banyak orang memilih jalan yang salah, kita tetap pada prinsip menyenangkan hati Allah? inilah yang terjadi dengan tiga pemuda yang kita pelajari hari ini, paling tidak ada tiga pilihan tepat mereka yang dapat kita pelajari:

                Pertama, Memilih menghadapi rasa takut(Dan 3:22-23). “Karena titah raja itu keras, dipanaskanlah perapian itu dengan luar biasa, sehingga nyala api itu membakar mati orang-orang yang mengangkat Sadrakh, Mesakh dan Abednego itu ke atas. Tetapi ketiga orang itu, yakni Sadrakh, Mesakh dan Abednego, jatuh ke dalam perapian yang menyala-nyala itu dengan terikat.” Sekalipun mereka sudah mendapatkan kehidupan yang sangat nyaman di istana raja, tapi perintah Raja Nebukadnezar untuk menyembah patung berhala membuat ketiga pemuda ini berani untuk berkata ‘tidak’ demi kebenaran. Sekalipun risiko yang akan mereka tanggung adalah dihukum mati.

Kedua, Memilih lebih takut dengan Firman Tuhan daripada ancaman Raja(Dan 3:16-18). “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”. Kita bisa menghadapi ancaman yang berusaha membuat kita takut saat kita mendapat wahyu tentang apa yang Tuhan pikirkan tentang kita. Tapi memang kita akan berjuang keras untuk menghadapinya. Dan inilah yang dilakukan ketiga pemuda Ibrani itu. Sebagai orang-orang yang begitu dekat dengan Tuhan, mereka percaya bahwa mereka berada dalam lindungan Tuhan yang maha besar. Hal itulah yang mendorong mereka untuk menolak titah raja.

Ketiga, Memilih mengandalkan Tuhan(Dan 3:24-26, 28). “Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja: “Benar, ya raja!” Katanya: “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!” Lalu Nebukadnezar mendekati pintu perapian yang bernyala-nyala itu; berkatalah ia: “Sadrakh, Mesakh dan Abednego, hamba-hamba Allah yang maha tinggi, keluarlah dan datanglah ke mari!” Lalu keluarlah Sadrakh, Mesakh dan Abednego dari api itu….Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya…” Rasa takut akan muncul seiring dengan ancaman yang kita terima. Ada kalanya kita akan melakukan cara kita sendiri untuk mengatasinya. Tapi berbeda dengan ketiga pria ini, mereka lebih memilih untuk mengandalkan Tuhan. Mereka percaya bahwa saat mereka berdiri untuk memperjuangkan iman, mereka akan dibela oleh Tuhan. Jadi, ketiga sikap inilah yang kita butuhkan ada dalam diri orang-orang percaya di masa ini. Jangan pernah takut menjadi pribadi yang melawan arus dunia dan berjuang demi kebenaran. Karena saat hal itu kamu lakukan untuk Tuhan, maka Dia sekali-kali tak akan pernah meninggalkanmu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *