Tantangan menjadi satu bagian yang akan selalu ada di dalam kehidupan manusia, dan sering kali tantangan menjadi tempat bagi orang Kristen tidak terkecuali pria atau kepala rumah tangga untuk bertumbuh dewasa. Kedewasaan seseorang akan terlihat dengan bagaimana dia meresponi apa yang sedang terjadi disekitarnya, begitu juga dengan bagaimana seseorang menyikapi tantangan di dalam kehidupan atau keluarga hari ini.
Untuk dapat dewasa dalam menyikapi tantangan kita harus tau hal ini;
- Allah tidak membiarkan kita sendiri.
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” – Roma 8:18
- Tantangan menjadi tempat pendewasaan iman.
“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” – Yakobus 1:2-3
- Kuasa Allah sempurna di dalam kelemahan.
“Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” – 2 Korintus 12:9
Jadi hari ini ketika berhadapan dengan tantangan atau masalah dalam kehidupan, maka beri diri untuk melihat bagaimana campur tangan Allah dan coba lihat apa yang menjadi tujuan Allah di dalam setiap tantangan yang kita hadapi. Karena di dalam Tuhan tidak ada sesuatu yang terjadi sia-sia, Allah selalu menjadikan segala sesuatu yang terjadi sebagai tempat di mana umat-Nya dapat bertumbuh di dalam iman.
Dan ingat, jangan pandang tantangan sebagai cobaan dan beban yang Allah berikan, pandang itu sebagai bagian dari rencana Allah atas kehidupan kita, karena Allah sendiri yang berkata “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” – Yeremia 29:11.
Oleh : Ev. Billi Guido, S.Fil