PENGORBANAN YUSUF

SURAT GEMBALA

Minggu, 24 OKTOBER 2021

 

PENGORBANAN YUSUF

(Mat 1:18-25)

Shalom, Nama Yusuf berasal Dari kata “YASAF” yang artinya: menambahkan (Kej 30:24), bertambah (Kel 1:10, Yes 26:15), atau semakin “tambah” lagi (Bil 32:15, Yes 29:19) atau pasifnya “ditambahkan pada” (Bil 36:3-4). Nama tersebut diterjemahkan dari kata Ibrani יהוה להוסיף YHWH Lhosif yang artinya “ALLAH akan menambahkan”. Nama Yusuf disebutkan pertamakali dalam Matius 1:16 dan terakhir kali dalam Yoh 6:42. Memiliki anak-anak. Mat 13:55). Pekerjaannya tukang kayu (Mat 13:55). Tuhan memilih bukan karna pekerjaan, tidak peduli dengan pekerjaan kita, dia memilih karena kasih karunia Allah yang menyertai karakter hidup.  Injil Matius lebih menekankan pada Yesus adalah Raja itu sebabnya dimulai dengan silsilah. Selain itu Injil Matius memiliki keunikan yang luar biasa dalam hubungan dengan Yusuf antara lain Penghubung antara PL dan PB. Umat dalam PL selalu jatuh Ketidak setiaan, ketidak taatan. Dalam Injil Matius dimulai dari satu tokoh yang taat luar biasa, dialah Yusuf. Dalam hal pengorbanan Yusuf paling tidak ada 3 bukti keteladanan dalam pengorbanan yang patut kita apresiasikan dan aplikasikan;

Pertama, Pengorbanan dalam ketaatan (18-20). Pergumulan-beban-kesulitan bagi Yusuf adalah tentang kelahiran Yesus sedemikian: Pada waktu Maria, IbuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus. (Mat 1:18). Yusuf mengambil keputusan : Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam (Mat 1:19). Banyaklah Rancangan di Hati Manusia, tetapi keputusan Tuhan lah yang Terlaksana.” (Amsal 19:21). Bukti pengorbanan Yusuf dalam Ketaatan: Setiapkali setelah mendengar penyataan hati Allah dalam mimpi, setelah  bangun Yusuf langsung melakukannya: Mimpi pertama: Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat  Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi  dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa   mereka (Mat 1:20-21). Respon Yusuf: Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat  Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya (24). Mimpi kedua: Setelah orang-orang majus berangkat, maka Yusuf mendapat mimpi yang kedua. Malaikat Tuhan itu berkata: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya, larilah ke Mesir, karena Herodes akan membunuh Dia (Mat 2:13)  Respon Yusuf: Maka Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir (14). Mimpi ketiga: Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di Mesir, katanya: “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibuNya dan berangkatlah ke tanah Israel, karena Herodes sudah mati. (Mat 2:19). Respon Yusuf: Lalu Yusufpun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya dan pergi ke tanah Israel(21) . Mimpi ke empat: Setelah Arkhelaus menggantikan Herodes, ayahnya, ia takut ke sana. Dan malaikat Tuhan menasihati dalam mimpi; Pergilah Yusuf ke tanah Galilea dan tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret (Mat 2:22-23)

Kedua, Berani dan siap menerima konsenkuensi dari keputusan yang dibuat (22-24). Menanggung rasa malu duniawi ; Yusuf pasti mendengar tentang hinaan, cercaan, ejekan dan olokan tentang istrinya dan tindakannya. Yusuf tidak peduli dengan apa kata dunia tentang kehidupannya, Yusuf peduli dengan dengan perkataan Tuhan. Yusuf memilih menyenangkan hati Tuhan lebih dari pada menyenangkan hati manusia. Yusuf harus berjalan kaki dari Nazaret ke Betlehem untuk mengikuti sensus penduduk terlebih proses Tuhan untuk menggenapi nubuatan-Nya (Luk 2:4 bdg Luk 2:11). Yusuf berfungsi sebagai Ayah bagi Yesus (Luk 2:21-24,48).

Ketiga, Berkorban dalam pengendalian diri (25). Bukan hanya taat dan setia  tetapi Yusuf menjalaninya dengan sepenuh hati. Matius menulis: Yesus anak Daud anak Abraham (Mat 1:1). Seharusnya Yesus anak Yusuf, Ketika malaikat berpesan jangan takut mengambil Maria dan diperintahkan menamai Anak, Yusuf tidak memaksa dirinya membuat nama anak dan dirinya masuk dalam urutan terkemuka, Yusuf menguasai dirinya dengan benar (Mat 1:21). Dalam tradisi timur tengah kuno ada kepercayaan: kalau seseorang memberi nama kepada manusia atau benda-benda artinya dia adalah pemilik sah. Artinya waktu Yusuf memberi nama kepada Yesus berarti dia pemilik sah Yesus. Kemudian dia berkuasa atas hidup Yesus. Tetapi Yusuf bertindak bukan sebagai penguasa yang mau dihormati tetapi sebagai pelayan. Kemudian YUSUF MENAHAN DIRI TIDAK BERSETUBUH DENGAN MARIA (25) DAN MEMBUAT NAMA SESUAI DENGAN PERKATAAN TUHAN(21) Dia tidak mengedepankan egonya sebagai laki-laki tidak sok berkuasa kendatipun bisa dan sah. Dia menjadi yang terkecil dari keluarga Nazaret..dia tidak mengucapkan sepatah katapun kendatipun demikian tindakannya pelayanan, penyertaannya luar biasa.

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati……!!

Oleh. Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.