PENGORBANAN RAHAB (YOSUA 2:1-24)

SURAT GEMBALA

Minggu, 2 MEI 2021

 

PENGORBANAN RAHAB

(YOSUA 2:1-24)

Shalom, Nama “Rahab” muncul pertamakali dalam Yosua 2:1, menurut konkordansi Strong #4460 nama “Rahab berarti lebar(wide). Rahab tinggal di Yerikho, sebuah kota yang terletak di dekat Muara Sungai Yordan.. Rahab dan keluarganya tinggal ditembok kota Yerikho(Yos 2:15) Rahab berprofesi sebagai perempuan sundal/pelacur(Yos 2:1). Rahab masih memiliki ayah dan ibu serta saudara-saudaranya perempuan dan laki-laki(Yos 2:13) Yerikho adalah sasaran pertama serangan Israel setelah mereka menyebrangi sungai Yordan. Sekaligus ini menjadi serangan militer pertama Israel setelah mereka berkelana di padang gurun selama 40 tahun.  Operasi militer ini penting karena penaklukan Yerikho menjadi pintu masuk menguasai Kanaan. Oleh karena itu Yosua mengirimkan dua mata-mata untuk mengamati Yerikho. Kedua mata-mata tersebut menjadikan rumah seorang pelacur bernama Rahab sebagai pos operasi intelegen(Yos 2:1) Pengamat Sejarah Alkitab: pemilihan tempat tersebut karena Rahab adalah pelacur papan atas(kemungkinan para pembesar, bangsawan di Yerikho, Kanaan pernah menggunakan jasanya). Hal ini juga membuat Rahab banyak informasi mengenai Yerikho. Tetapi oleh ketenarannya itu Rahab selalu diawasi oleh penguasa sehingga tidak mengeherankan bahwa Raja Yerikho langsung mengetahui kedua mata2 Israel masuk kerumah itu(Yos 2:2). Paling tidak ada dua hal yang dapat kita pelajari dari pengorbanan Rahab menurut Yosua 2:1-24:

Pertama, Dasar Motivasi pengorbanan Rahab(8-11). 1). Iman kepada Allah(9,11c)—bertindak dengan iman.  Aku tahu, bahwa Tuhan telah memberikan negeri ini kepada bangsa Israel(9a). Pengakuan dari mulut dan dalam hati Rahab:  Allah bangsa Israel ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah(11c). Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik(Ibr 11:31) Dalam buku “Kitab-Kitab Sejarah” (Malang: Gandum Mas, 1996) halaman 6. L. Thomas Holdcroft  mengungkapkan bahwa melalui Yosua 2 kepercayaan Rahab kepada Allah bangsa Israel dinyatakan. Rahab memperlihatkan iman dan penyerahannya kepada Allah meskipun Alkitab secara khusus memperkenalkannya sebagai seorang perempuan sundal. Kemudian David Gooding dalam buku  “An Unshakeable Kingdom” (Michigan: William B. Eerdmans Publishing Company), 236. menuliskan: Penerimaan Rahab terhadap kedua pengintai merupakan permulaan wujud kepercayaan Rahab kepada Allah. Dia mulai menunjukkan keseriusannya untuk berserah kepada Tuhan Allah Israel dengan menerima kedua pengintai yang diutus oleh Yosua. Kepercayaan Rahab diwujudkan melalui kesetiaannya kepada umat Allah, dari menerima kedua pengintai sampai menolong mereka kabur dari Yerikho. 2) Mendengarkan kebenaran(10). Mendengar dan mengetahui perbuatan Allah yang besar(10):Tuhan mengeringkan air laut teberau , Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir. Penumpasan Raja orang Amori sebelah sungai Yordan yakni Sihon dan Og. 3). Takut akan Allah(9b, 11). Tawar hati(a). “tawar hati” adalah kondisi merasa putus asa atau lemah hati.  Jatuhlah semangat(b) “jatuh semangat” sendiri memiliki makna bahwa semangat atau jiwa tidak dapat berdiri atau tidak dapat bangkit tetap.  Kengerian dan gemetar menghinggapi penduduk Yerikho(9b). Kata “gemetar” berasal dari kata “namegu” yang artinya “telah menjadi ragu-ragu, mencair, pudar, atau lama-lama memudar”.

Kedua, Bukti dan aksi Pengorbanan Rahab(1-7). Bukti dan aksi pengorbanan Rahab ialah Rahab melindungi kedua pengintai. Kata “melindungi” tidak terdapat di dalam ayat 2-7, bahkan tidak terdapat dalam keseluruhan Yosua 2. Tetapi, dari tindakan-tindakan Rahab di ayat 2-7 dapat terlihat bahwa Rahab sedang berusaha melindungi kedua pengintai dan tindakan Rahab merujuk kepada kepercayaannya terhadap Allah.  ada tiga usaha rahab untuk melindungi kedua pengintai(2-7) 1). Rahab menyembunyikan kedua pengintai (ay. 4a dan 6). 2).Rahab berbohong kepada utusan raja (ay. 4b-5). 3). Rahab menolong kedua pengintai kabur(15-16). Agar lebih jelas dan tidak gagal paham ikuti selengkapnya dalam khotbah hari ini. Tuhan Memberkati. SOLA GRACIA CORAM DEO.

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *