PENGORBANAN MUSA

SURAT GEMBALA

Minggu, 05 SEPTEMBER 2021

 

PENGORBANAN MUSA

Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah daripada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.

Ibrani 11 : 24-25.

Dalam kitab Keluaran 2 : 1-10 dicatat bahwa bayi Musa ditemukan dan diselamatkan dari air oleh puteri Firaun yang mengangkatnya menjadi anak dan menamainya MUSA sebab katanya “Karena aku telah menariknya dari air” (Keluaran 2 : 10). Sejak saat itu Musa resmi menjadi anak dan dididik serta menikmati kemewahan Mesir sebagai keluarga raja. Ada masa yang relatif singkat tetapi sebenarnya sangat penting dalam kehidupan rohani musa yaitu dimana dari bayi sampai dia besar disusui dan dididik oleh Yokhebed ibunya yang pasti mengajarkan dan menanamkan pengertian yang benar tentang Allah Israel dan bangsanya.  Ia tinggal di istana Firaun sampai dia DEWASA (Keluaran 2 : 11), yang pasti juga mendidik dia dalam pengetahuan dan kebiasaan Mesir. Alkitab mencatat, meskipun ia tinggal di istana Firaun sebagai keluarga kerajaan Mesir, tetapi Musa tetap mengenal dan peduli kepada orang Ibrani, orang se-bangsanya dan berusaha untuk membela mereka dengan membunuh orang Mesir yang memukul orang Ibrani saudara-saudaranya itu (Keluaran 2 : 11-12). Tetapi Musa justru mendapatkan penolakan dari bangsanya (Keluaran 2 : 14). Hal ini lah yang juga nanti menjadi ketakutan bagi Musa waktu Tuhan memanggil dia untuk menghadap Firaun da memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir (Keluaran 3 : 13). Tetapi Tuhan tetap memilih dan mengutus Musa, dan Musa melakukan perintah Tuhan walaupun harus ditemani oleh Harun kakaknya sebagai juru bicara (Keluaran 4 : 14).

Melaui peristiwa-peristiwa ini kita dapat belajar bahwa untuk mengikuti PANGGILAN TUHAN, Musa harus mengorbankan beberapa hal penting, baik secara jasmani maupun secara rohani.  Berikut ini adalah beberapa hal yang dikorbankan Musa untuk mengikuti Panggilan Tuhan didalam hidupnya, yaitu :

  1. Musa menanggalkan statusnya sebagai ANAK PUTERI FIRAUN, yang sekaligus menanggalkan haknya atas warisanTahta kerajaan serta kemewahan yang disediakan oleh Mesir. Catatan : Tidak sedikit orang Kristen hari ini yang mau mengikuti Tuhan tetapi tetap membawa STATUS HIDUP DUNIAWI, sehingga tidak dapat sepenuhnya melayani Tuhan dan bergantung pada Tuhan.
  2. Musa mengorbankan PIKIRAN DAN KEINGINAN PRIBADINYA dan menaklukkan diri kepada pikiran dan keinginan Tuhan.
  3. Musa MEMPERTARUHKAN HIDUPNYA, menghadap Firaun yang mungkin saja masih mencari dia yang melarikan diri dari Mesir setelah membunuh orang Mesir (Keluaran 2 : 15).—- (Firaun mencari ikhtiar untuk membunuh Musa).
  4. Musa BERKORBAN HARGA DIRI, EMOSI DAN PERASAAN menghadapi bangsa Israel yang sering bersungut, berkeluh kesah dan bahkan memberontak terhadap kepemimpinan Musa. ( Bilangan 16 : 1-35 mencatat tentang pemberontakan Korah, Datan dan Abiram yang menghasut 250 orang dari bangsa itu untuk menentang Musa. Tuhan membuka tanah dan menelan mereka serta menurunkan api untuk memusnahkan mereka).

Untuk kita bisa melayani Tuhan dan mengikuti panggilan Tuhan secara sungguh-sungguh, kita harus mengorbankan STATUS DUNIAWI, KEINGINAN PRIBADI, MENYERAHKAN HIDUP SERTA PERASAAAN DAN HARGA DIRI KITA kepada Tuhan. Anda tidak akan dapat mengikuti dan melayani Tuhan dengan STATUS BANGSAWAN MESIR yang melambangkan status duniawi kita. Apakah kita siap menanggalkan dan mengorbankannya?

 

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati……!!

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *