PENGORBANAN ISHAK

SURAT GEMBALA

Minggu, 03 OKTOBER 2021

 

PENGORBANAN ISHAK

Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnya lah kayu, DIIKATNYA ISHAK, ANAKNYA ITU, dan diletakannya di mezbah itu, di atas kayu api.

Kejadian 22 : 9

Dalam peristiwa Ishak akan dikorbankan, seluruh pandangan tertuju kepada Abraham karena Iman dan ketatannya kepada Allah. Akan tetapi haruslah diingat bahwa peristiwa itu melibatkan seorang anak muda bernama Ishak. Dari catatan Alkitab kita dapat mengetahui bahwa saat akan dikorbankan oleh ayahnya, Ishak bukanlah seorang bayi atau anak kecil lagi, dia sudah besar. Kejadian 22 : 6 menjelaskan : lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu DAN MEMIKULKANNYA KE ATAS BAHU ISHAK, anaknya, sedang ditangannya dibawa api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Ishak juga sebenarnya sudah bisa berpikir realistis dan logis. Kejadian 22 : 7 : lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya : “Bapa.” Sahut Abraham : “Ya, anakku.” Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi dimanakah anak domba untuk korban bakaran itu?”

Fakta ini lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa Ishak sesungguhnya bukanlah anak kecil lagi pada saat dia akan dikorbankan. Akan tetapi dengan mudah Abraham ayahnya MENGIKAT dan MELETAKKAN dia diatas Mezbah (kejadian 22 : 9). Alkitab tidak mencatat kalau ada perdebatan apalagi perlawanan terhadap ayahnya. Oleh sebab itu, melalui peristiwa ini kita dapat belajar tentang beberapa pengorbanan Ishak sebagai anak muda :

  1. Ishak menghormati ayahnya dan juga keputusan ayahnya untuk mentaati Firman Tuhan. Menghormati orang tua haruslah dibuktikan dengan ketaatan kepada orang tua kita.
  2. Ishak siap memberikan nyawanya untuk Tuhan melalui tangan ayahnya.
  3. Ishak mengorbankan kesempatan hidup dan masa depannya secara manusia. Peringatan : Hidup dan masa depan kita ada dalam tangan Tuhan.

Bagaimana dengan kita sebagai anak muda sekiranya kita dihadapkan dengan situasi seperti yang Ishak hadapi. Apa yang akan menjadi respon kita terhadap Tuhan dan orang tua kita. Akankah kita siap mengorbankan diri bagi orang tua kita, atau kita lebih senang mengorbankan orang tua kita untuk kepentingan diri kita. Ishak rela mengorbankan dirinya untuk kepentingan orang tuannya.

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, tuhan Yesus memberkati…..!!

Oleh. Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *