Pengaruh perempuan di dalam penginjilan

Pengaruh perempuan di dalam penginjilan

Kejadian 2:20

 

Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.

Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, Tuhan Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.

Dan dari rusuk yang di ambil Tuhan Allah dari manusia itu, di bangun-Nyalah seorang perempuan, lalu di bawa-Nya kepada manusia itu.

Pengaruh seorang perempuan sering dipandang kecil oleh lingkungan di mana mereka berada, bahkan dalam Alkitab sekalipun kita melihat bagaimana teradisi Yahudi mengharuskan kaum perempuan untuk tinggal di rumah dan tidak mendapatkan bagian untuk bisa tampil di muka umum untuk menyuarakan pandangan atau pendapat mereka. Hal ini dikarenakan perempuan digambarkan sebagai sosok yang lemah, dan memiliki kedudukan di bawah kaum laki-laki dan hal inilah yang sering kali membuat kebenaran Firman Tuhan mengenai kaum perempuan sebagai penolong menjadi lemah dan hampir tidak memiliki arti.

Allah menciptakan perempuan sebagai penolong yang sepadan dengan kaum laki-laki, dan Allah tidak berbicara tentang kedudukan di dalam bagian ini. Allah menggambarkan bahwa kaum perempuan juga bisa mengambil apa yang menjadi tanggungjawab dari kaum laki-laki, perempuan juga bisa melakukan pekerjaan yang laki-laki lakukan.

Bahkan dalam perjanjian lama kita melihat bagaimana Allah menunjukan pengaruh perempuan sebagai penolong dan pelayan Allah. Kaum perempuan diberi kesempatan untuk memimpin sebagai hakim (Hak. 4:4), Tuhan memakai seorang perempuan untuk menyelamatkan suatu bangsa yang besar (Est 4:13-14), dan Yesus sendiri dalam perjanjian baru begitu memperhatikan kaum perempuan dan memperlakukan mereka sama seperti ketika Dia berhadapan dengan kaum laki-laki, Yesus mengizinkan mereka untuk mengikuti Dia dan melayani Dia, bahkan Yesus memulihkan kaum Perempuan karena Yesus tau kaum Perempuan bisa memberi pengaruh besar di dalam pelayanan dan penginjilan (Lukas 8:1-3).

Alkitab sendiri mencatat dan memberikan teladan, menganai bagaimana kaum perempuan bisa membawa pengaruh di pelayanan pemberitaan Injil :

  1. Dorkas dalam Kisah Para Rasul 9:36-42 dikatakan sebagai “seorang murid perempuan bernama Tabita, yang jika diterjemahkan berarti Dorkas. Ia penuh dengan perbuatan baik dan tindakan sedekah.” Melalui keterampilannya di dalam menjahit dia menjangkau dan membawa pengaruh yang luar biasa kepada lingkungannya, sehingga melalui suatu pristiwa Tuhan mengijinkan Dorkas untuk membawa pemulihan besar bagi kota Yope, bukan tanpa alasan kenapa hal ini terjadi, Firman Tuhan sendiri berkata Dorkas menjaga dirinya sebagai seorang murid dari para rasul-rasul pada waktu itu, dia menjaga perbuatan dan tindakannya maka Dorkas bisa menjadi berkat dan membawa pengaruh yang begitu besar bagi seisi kota Yope pada waktu itu.
  2. Priskila istri dari Akwila, dalam kehidupan sebagai keluarga dan pelayanan yang mereka kerjakan, sangat besar kemungkinan Priskila sebagai istri memberi pengaruh besar dalam pelayan yang Akwila kerjakan. Sehingga pasangan ini memberikan rumah mereka untuk tempat tinggal jemaat bukan Yahudi, mempertaruhkan nyawa mereka (Roma 16:4-5) untuk pelayanan, bahkan dalam suatu kesempatan mereka bisa membimbing Apolos untuk memehami jalan keselamatan yang Allah sediakan.

Artinya: Priskila tidak hanya berperan sebagai seorang istri, tetapi dia memahami betul tentang imanya kepada Tuhan dan memberi diri untuk melayani bersama-sama dengan Akwila yang secara tidak langsung memberikan pengaruh besar kepada pelayanan suaminya, Priskila menjalankan perannya sebagai seorang penolong bukan hanya di dalam rumah tangganya tetapi juga di dalam pelayan yang Tuhan percayakan karena tidak menutup kemungkina Priskila mambawa pengaruh dan berkat bagi banyak orang yang melihat kehidupanya.

Maka dari pada itu pengaruh perempuan dalam hal penginjilan menjadi sangat besar jika di pahami dengan baik. Perempuan tidak hanya Allah ciptakan sebagai penolong di dalam keluarga, lebih besar dari pada itu Allah memakai mau perempuan untuk menjadi penolong bagi sekelilingnya. Perempuan yang khas dengan sifat lemah lembut sebagai penolong memiliki rasa Empati yang lebih kuat dari pada kaum laki-laki, dan Empati ini bisa menjadi kekuatan perempuan untuk membawa pengaruh yang baik bagi sekitarnya sama seperti apa yang Dorkas dan Priskila lakukan.

Pertanyaannya: Pengaruh apa yang kita bawa dalam kehidupan Pribadi maupun kehidupan keluarga kita?  adakah kita menjaga diri kita sebagai pengikut Yesus dalam perbuatan dan tindakan kita? adakah kita memahami dengan baik iman kita kepada Tuhan dan mau memberi diri untuk melayani?

Catatan: Menjadi pengaruh dalam pemberitaan Injil tidak hanya berbicara tentang Firman Tuhan yang bisa kita sampaikan kepada lingkungan kita, tetapi berkaitan erat dengan bagaimana kita menjaga kesaksian hidup kita dan penyerahann diri kita kepada Allah.

Selamat Hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati, Shalom……..!!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *