PEMBERITAAN INJIL KE SELURUH DUNIA

(Matius 24:14)

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya

 

Shalom..Puji Tuhan! hari ini kita telah memasuki perayaan puncak bulan misi tahun ini. Dengan Tema sentral GKII ‘Tolonglah Segra’ , apa yang ada dalam benak pikiran kita? ungkapan ‘Tolonglah segra’ menuntut respon dan tanggungjawab kita yang telah diselamatkan. tema minggu ini sangat menarik, mengapa penging memberitakan Injil. Matius mencatat sangat jelas nast Matius 24:14 memegang peranan sentral dalam diskursus eskatologis dan misiologis Kristen. Dalam bahasa Yunani asli, frase kunci—euangelion tes basileias—sering diterjemahkan “Injil Kerajaan” atau “kabar baik tentang Kerajaan.” Pilihan kata ini menegaskan bahwa yang diberitakan bukan sekadar doktrin keselamatan individual, melainkan pengumuman tentang pemerintahan Allah yang baru dan komprehensif: penggenapan janji, restorasi ciptaan, serta penegakan keadilan ilahi. Kata “diberitakan” (kerusso/kerusai) memiliki nuansa pengkhotbahkan yang berani dan publik, bukan hanya perkataan privat; maknanya adalah menyuarakan pesan yang berwibawa sebagai panggilan misi.

 

Frase “di seluruh dunia” (oikoumenē) dalam konteks abad pertama menunjuk pada dunia terhuni secara geografis yang dikenali oleh penulis—bukan klaim teknis globalitas modern, tetapi indikasi jangkauan universal yang melintasi batas etnis dan kebudayaan. Perkataan Yesus menempatkan pemberitaan itu sebagai fenomena yang luas dan inklusif: bukan hanya kepada komunitas Yahudi, melainkan “sebagai kesaksian bagi semua bangsa” (eis marturion pasin tais ethnē). Terminologi “bangsa” (ethnē) menunjukkan fokus pada misi antarbangsa, pengakuan bahwa kerajaan Allah harus didengar oleh setiap kelompok etnis sebelum “kesudahan” (telos) tiba.

 

Struktur ayat mengandung urutan sebab-akibat: pemberitaan di seluruh dunia sebagai syarat kronologis atau tanda yang mendahului kesudahan. Tafsir historis dan teologis berbeda: sebagian memahami ini sebagai kondisi yang harus dipenuhi—misi yang meluas mempercepat atau menandai penggenapan akhir; lainnya melihatnya sebagai salah satu tanda di antara banyak tanda, bukan persyaratan mutlak. Namun secara teologis, pesan inti tetap: misi global adalah bagian tak terpisahkan dari rencana Allah menuju pemulihan akhir.

Menurut Konteks Matius 24:14 ini, terkhusus dalam Seruan dan Panggilan mendesak yang kita hadapi.. apakah yang harus dilakukan;

  1. Waspada terhadap penyesatan(4-5)
  2. Berawas-awas, jangan gelisah(6-8)
  3. Persiapkan diri untuk mengalami Pemurnian

( 9-   13).

Kamu akan diserahkan, Disiksa, dibunuh, dibenci, banyak terjadi Murtad, nabi palsu muncul dan menyesatkan, semakin banyak kedurhakaan, dan kasih semakin dingin (bdg Matius 10:22).

 

Selamat hari Minggu Jemaat Tuhan. Selamat beribadah. Tuhan Yesus Memberkati, Syalom.

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *