“ORANG KRISTEN YANG DEWASA DAN MEMIMPIN DUNIA DARI KELUARGA”
1 Timotius 3:5 (TB)
Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?
Di zaman sekarang kebanyakan orang langsung ingin menjadi pemimpin besar. Ada yang ingin menjadi pemimpin di gereja, di organisasi kemasyarakatan, di pemerintahan, di dunia pendidikan, di dunia usaha, atau di berbagai bidang kehidupan. Namun, dalam ayat ini menunjukkan sebuah prinsip yang penting dalam memimpin. Sebelum seseorang dipercaya memimpin banyak orang, Tuhan terlebih dahulu melihat bagaimana ia memimpin dirinya sendiri dan keluarganya. Artinya, Kesetiaan dalam hal kecil menunjukkan kesiapan untuk tanggung jawab yang lebih besar.
Keluarga adalah sekolah pertama dalam kepemimpinan rohani, dimana disana tempat pertama iman, karakter, tanggung jawab, kasih, kesabaran, dan integritas diuji. Jika seseorang gagal dalam lingkup yang paling dekat, bagaimana ia dapat dipercaya dalam lingkup yang lebih luas? Jika kita tidak memiliki ketertiban, kasih dan penghormatan di rumah (sumber terdekat), kita tidak mungkin memberikannya kepada jemaat atau masyarakat (sumber terjauh). Oleh karena itu, ujian terbesar bagi seseorang pemimpin bukanlah di podium, melainkan di meja makan rumahnya. Bagaimana orang Kristen yang dewasa dan memimpin dunia dari keluarga?
1. MEMBANGUN Integritas (Memimpin dengan Teladan bukan hanya perkataan)
2. MELATIH Otoritas (Memimpin dengan Melayani bukan Menindas)
3. MENANAMKAN Disiplin (Memimpin dengan Firman Tuhan dan Tanggung jawab)
4. MENJADI SAKSI KRISTUS.“Hendaklah kamu hidup dengan baik di antara orang-orang asing, supaya..mereka dapat melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah” (1 Pet. 2:12,TSI).
Tuhan mengukur kedewasaan bukan pertama-tama dari seberapa besar pengaruh kita di luar, tetapi dari bagaimana kita menjalankan tanggung jawab di rumah. ‘Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.’ (1 Tim. 5:8,TB) Dunia sedang mencari pemimpin yang hebat, tetapi Tuhan sedang mencari orang-orang yang setia: mengasihi pasangan, mendidik anak, membangun altar keluarga, menjaga kesaksian di rumah.
Ingatlah bahwa “Orang yang setia memimpin keluarganya sedang mempersiapkan generasi yang akan memimpin dunia.” Oleh sebab itu jangan menyerah dengan keadaan keluargamu saat ini, percayalah bahwa kesetiaanmu kelak akan membuahkan hasil. Teruslah hidup dalam takut akan Tuhan dan menjadi teladan yang hidup dalam keluargamu.
Oleh : Ev. Geo Frayanus, M.Th