“ORANG KRISTEN YANG BERKUASA ATAS DIRINYA”

ITB  Amsal 16:32Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan,

orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.”

Ditahun yang baru ini pasti setiap kita ingin mengalami kemenangan besar dan pencapaian besar dalam hidup ini, baik itu berhasil dalam pekerjaan, keluarga yang dipulihkan, finansial yang stabil, dan pelayanan yang berbuah. Alkitab mengingatkan bahwa kemenangan sejati dimulai dari dalam, bukan dari luar. Amsal 16:32, menunjukkan bahwa penguasaan diri lebih hebat daripada kekuatan seorang pahlawan, bahkan lebih mulia daripada kemenangan merebut sebuah kota. Artinya, orang Kristen disebut kuat bukan karena apa yang ia taklukkan di luar, tetapi karena apa yang ia taklukkan di dalam dirinya.

Ada banyak orang hari ini hidup dengan pencapaian besar, tetapi kalah di tempat yang paling penting yaitu kalah menguasai dirinya sendiri. Ada yang kalah oleh: amarahnya, kecanduannya, keinginannya, dan tabiat dosa lainya (Gal.5:19-21). Alkitab berkata ITB  Amsal 25:28 Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya. Artinya bahwa tanpa penguasaan diri, hidup kita menjadi seperti kota tanpa perlindungan mudah dijatuhkan, mudah ditembus iblis, mudah dikuasai emosi dan keinginan daging.

Jadi kota tanpa tembok akan rentan, mudah diserang, mudah dikuasai musuh dan tidak punya pertahanan. Orang tanpa penguasaan diri akan mudah dikuasai emosi, mudah tersinggung, mudah terprofokasi, mudah terdorong dosa (hawa nafsu), dan mudah di kuasai iblis. Oleh karena itu PENGUASAAN DIRI ADALAH TEMBOK ROHANI YANG MEMBUAT KITA KUAT DALAM PEPERANGAN ROHANI (Ef.6:10). TIGA KUNCI MENJADI ORANG KRISTEN YANG BERKUASA ATAS DIRINYA:

  • KUASA ROH KUDUS (spiritual power) – Hidup yang dipimpin Roh Kudus (Galatia 5:16,22–23)
  • PEMBAHARUAN PIKIRAN (renewal of mind) – Pikiran yang dikuasai Firman (Roma 10:17;12:2)
  • DISIPLIN ROHANI (spiritual habits) – (1 Tim 4:7; 1 Kor 9:27)

Apakah hari ini engkau hidup dengan kekuatan sendiri atau membiarkan Roh Kudus memimpin setiap keputusan dan emosimu? Apa yang paling sering memenuhi pikiranmu? Kekuatiran atau Firman Allah? Apakah engkau masih membangun disiplin rohani atau hanya berfokus membangun otot fisik saja? Penguasaan diri bukan soal menjadi sempurna, tetapi soal menjadi lebih tunduk kepada Tuhan. Dan ketika Tuhan memimpin dan menguasai hidup kita, barulah kita sungguh-sungguh mampu menguasai diri kita sendiri.

Selamat hari minggu, selamat beribadah umat Tuhan. Tuhan Yesus Memberkati. Shalom.

Oleh : Ev. Geo Frayanus, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *