ORANG KRISTEN YANG BANGKIT DALAM HIDUP BARU
đź“– I YOHANES 3:9
Shalom, jemaat yang dikasihi Tuhan,
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan keselamatan dan hidup yang baru bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya. Dalam kasih dan anugerah-Nya, kita tidak hanya diselamatkan dari dosa, tetapi juga dipanggil untuk hidup dalam “kehidupan yang baru”.
Firman Tuhan dalam I Yohanes 3:9 berkata:
“Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat terus-menerus berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.”
Ayat ini menegaskan identitas kita sebagai orang percaya. Kita bukan lagi manusia lama, melainkan ciptaan baru di dalam Kristus (2 Korintus 5:17). Kelahiran baru bukan sekadar perubahan perilaku, tetapi perubahan natur—dari hidup dalam dosa menjadi hidup dalam kebenaran.
Seorang teolog terkenal, “John Stott”, dalam bukunya “The Epistles of John” menuliskan:
> “Kelahiran baru menghasilkan perubahan moral yang nyata; seseorang yang sungguh-sungguh lahir dari Allah tidak akan terus-menerus hidup dalam dosa sebagai pola hidupnya.”
Ini berarti, orang Kristen sejati bukanlah orang yang tidak pernah jatuh dalam dosa, tetapi orang yang “tidak lagi nyaman hidup di dalam dosa”. Ada pergumulan, ada pertobatan, dan ada kerinduan untuk hidup benar.
Rasul Paulus juga menegaskan dalam Roma 6:1-2:
“Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?”
Kehidupan baru menuntut respons nyata dari kita. Kita dipanggil untuk meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (Efesus 4:22-24). Ini bukan perkara mudah, karena ada peperangan antara daging dan roh (Galatia 5:17). Namun, Roh Kudus yang diam di dalam kita memberi kuasa untuk menang.
“D. Martyn Lloyd-Jones”, dalam bukunya “Life in Christ”, mengatakan:
> “Kehidupan Kristen bukan sekadar keputusan sesaat, melainkan proses transformasi yang terus berlangsung oleh kuasa Roh Kudus.”
Jemaat yang terkasih, hidup baru harus terlihat dalam:
* Cara kita berpikir
* Cara kita berbicara
* Cara kita memperlakukan sesama
Firman Tuhan juga menegaskan dalam Galatia 5:16:
“Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.”
Dan tanda nyata dari hidup baru adalah kasih. Dalam I Yohanes 4:7 tertulis:
“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah…”
Kasih bukan sekadar perasaan, tetapi tindakan nyata: mengampuni, melayani, dan peduli kepada sesama.
Seorang penulis rohani, “A.W. Tozer”, dalam bukunya “The Pursuit of God” berkata:
> “Perubahan sejati dalam hidup seseorang hanya terjadi ketika ia sungguh-sungguh mengalami perjumpaan dengan Allah.”
Karena itu, saya mengajak kita semua untuk mengevaluasi diri:
* Apakah kita benar-benar sudah mengalami kelahiran baru?
* Apakah masih ada dosa yang kita pelihara?
* Apakah hidup kita mencerminkan Kristus?
Jemaat yang terkasih, Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup biasa-biasa saja. Kita dipanggil untuk menjadi terang dan garam dunia (Matius 5:13-14). Dunia harus melihat perbedaan melalui hidup kita.
Mari kita hidup dalam komitmen yang baru:
* Setia dalam doa dan firman
* Hidup dalam pertobatan setiap hari
* Dipimpin oleh Roh Kudus
* Menjadi berkat bagi sesama
Akhirnya, ingatlah bahwa hidup baru bukan hasil kekuatan kita sendiri, tetapi karya kasih karunia Tuhan di dalam kita.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk hidup sebagai orang-orang yang benar-benar telah “bangkit dalam hidup yang baru”.
Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th