MOTIVASI DALAM MERAYAKAN NATAL

SURAT GEMBALA

Minggu, 19 DESEMBER 2021

 

MOTIVASI DALAM MERAYAKAN NATAL

Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena DIALAH YANG AKAN MENYELAMATKAN UMAT-NYA DARI DOSA MEREKA.

Matius 1 : 21.

Syalom,…..

Oleh kemurahan Tuhan kita telah memasuki Minggu ke-3 dalam bulan Desember 2021. Sebagai orang Kristen, sudah pasti dan seharus-nya-lah kita mempersiapkan diri merayakan Natal. Akan tetapi sebaiknya selalu diigat dan diperhatikan bahwa tidak semua orang Kristen memahami makna Natal yang sesungguhnya. Itu sebabnya dalam Surat Gembala edisi hari Minggu ini kami menuliskan tema tentang MOTIVASI DALAM MERAYAKAN NATAL, karena tidak dapat dipisahkan bahwa PEMAHAMAN kita tentang peristiwa Natal akan menentukan motivasi kita dalam merayakan Natal. Peristiwa Natal terjadi merupakan perwujudan KASIH ALLAH akan dunia dan segala isinya yang sudah jatuh kedalam dosa dan ada dibawah kuasa dosa yang didalamnya Iblis memerintah. Tujuan utama peristiwa Natal adalah UNTUK MENYELAMATKAN UMAT-NYA DARI DOSA MEREKA (Matius 1 : 21). Artinya dalam pandangan Allah, DOSA merupakan SUMBER DARI SEMUA MASALAH umat manusia (Yesaya 59 : 1-2). Oleh sebab itu untuk menyelesaikan persoalan umat manusia harus dimulai dari pemulihan hubungan pribadi manusia dengan Allah. Yesus datang (Natal) bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa.

Hal sebaliknya terjadi dengan bangsa Israel yang saat itu sedang dibawah jajahan Romawi. Mereka mengharapkan bahwa Yesus sang Mesias yang akan datang adalah orang yang akan MEMBEBASKAN MEREKA DARI PENJAJAHAN ROMAWI. Hal itu bisa kita ketahui dari percakapan mereka dengan Yesus (Yang mereka tidak kenal),  dalam perjalanan ke Emaus setelah peristiwa penyaliban Yesus. Lukas 24 : 21 : Padahal KAMI DAHULU MENGHARAPKAN BAHWA DIALAH YANG DATANG UNTUK MEMBEBASKAN ISRAEL.Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Artinya, bagi orang Yahudi (Bangsa Israel) PENJAJAH ROMAWI dianggap sebagai masalah utama mereka, bukan dosa. Mereka berharap Mesias (Yesus) adalah orang yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi. Akan tetapi setelah mereka melihat proses kelahiran Yesus yang TIDAK ADA RUMAH PENGINAPAN (Lukas 2 : 7), Pengajaran Yesus tentang mengasihi musuh (Matius 5 : 39-40), bahkan mati disalibkan, mereka kecewa dan menolak Yesus. Fakta hari ini hanya 161.000 orang atau 2,1% dari 9.451.840 penduduk Israel yang percaya Yesus, lebih sedikit dari jumlah orang Kristen di Palestina yang berjumlah 378.000 (3,0%) dari jumlah penduduk Palestina.

Terkadang kita juga berpikir seperti orang-orang Yahudi, menganggap : Sakit Penyakit, Kekurangan Ekonomi dan berbagai kesulitan sebagai masalah utama kita. Kita percaya Yesus hanya karena mau sembuh dari sakit, hidup diberkati dan dibebaskan dari masalah-masalah duniawi kita, kita lupa bahwa tujuan kedatangan Yesus (Natal) adalah untuk membebaskan kita dari dosa, yang mengakibatkan kutukan (Kejadian 3 : 16-19), menimbulkan kekacauan (Yakobus 3 : 16). Dosa juga memisahkan kita dari Allah dan segala berkat Allah (Yesaya 59 : 1-2). Oleh sebab itu, kiranya melalui perayaan Natal tahun ini, kita mengalami PERJUMPAAN ROHANI secara pribadi dengan Yesus sang Natal itu, sehingga kita akan mengalami perubahan (Transformasi) rohani didalam hidup kita. Alkitab mencatat, SETIAP ORANG yang telah BERJUMPA SECARA PRIBADI dengan Yesus sang Natal itu, PASTI mengalami perubahan rohani (Para Gembala, Orang Majus, Simeon). Masalah utama kita bukanlah masalah Ekonomi, Sakit penyakit atau hal lainnya, persoalan utama kita sesungguhnya adalah DOSA.

 

Selamat menyongsong Hari Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022, Tuhan Yesus memberkati…..!!

 

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.