MAKNA NATAL DALAM NYANYIAN PERMAZMURAN MARIA LUKAS 1:46-56

MAKNA NATAL DALAM NYANYIAN PERMAZMURAN MARIA

LUKAS 1:46-56

 

Shallom Jemaat Tuhan, tidak terasa kita telah memasuki  di bulan natal di tahun ini, lagu-lagu natal sudah dikumandangkan, pernak pernik natal sudah mulai menghiasi gereja bahkan dirumah-rumah pribadi kita. Natal merupakan suatu pristiwa  sejarah iman di dalam hidup Ke-Kristen-an. Natal selalu menjadi momen yang sangat bermakna. Dikatakan bermakna, karena peristiwa natal menjadi kejadian yang mulia di mana Allah merealisasikan janji-Nya yang telah diikrarkan-Nya dalam kitab Kejadian 3:15, selain itu yang sangat penting juga manusia mendapat jalan keluar untuk berdamai dengan Allah melalui Tuhan Yesus Kristus.

Peristiwa sejarah kelahiran Yesus selalu dirayakan dengan penuh sukacita oleh semua orang Kristen di seluruh dunia. Masing-masing orang memiliki pemahaman dan pemaknaan yang berbeda-beda ketika merayakan kelahiran Yesus. Lalu apakah yang Alkitab katakan tentang Natal dan maknanya dalam nyanyian permazmuran(Tehilah/Magnificat) Maria menurut Lukas 46:-56:

Pertama, Natal adalah karunia Allah(46-48a). Peristiwa natal adalah bukti bahwa Allah mengasihi dunia ini. Kasih Allah kepada dunia ini sangat besar. Jika kita memahami makna Natal  yang sebenarnya, tidak dapat disangkali bahwa pristiwa natal adalah anugrah Allah yang terbesar bagi manusia. Mengapa?karena Allah adalah Raja di atas segala Raja mau turun ke dunia dalam pribadi Yesus yang miskin dan hina. Mengapa Allah mau datang ke dunia? Karena Allah mengetahui masa depan manusia yang berdosa, yaitu kebinasaan. Dan tidak mungkin manusia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari penghukuman kekal tersebut. Ia tahu apapun usaha manusia, betapapun banayaknya perbuatan baik manusia tidak dapat melepaskan diri dari murka Allah dan kembali bersatu dengan Allah, Sang pencipta. Ia begitu mengasihi manusia dan Ia ingin kita dapat bersatu kembali kepada-Nya.

Kedua, Natal adalah perubahan status(48b-53). Maria, dalam nyanyian Pujian yang kita kenal sebagai magnificat, mengungkapkan sukacita atas perubahan status yang dialaminya. Dia mengakui bahwa Allah telah memperhatikan kedudukan rendahnya sebagai hamba dan bahwa semua generasi akan menyebutnya berbahagia. Maria juga menyoroti  bagai mana Allah membalikkan kedudukan mereka yang berkuasa dan membangkitkan mereka yang rendah. Ini adalah pernyataan yang kuat tentang perubahan status yang diperintahkan oleh Allah, yang membebaskan yang tertindas dan menegaskan kembali martabat manusia.

Ketiga,  Natal adalah tindakan kasih dan kepedulian yang mendalam bagi misi Allah(54-56). Maria mengungkapkan bagaimana kepedulian kasih Tuhan nyata bagi manusia; Tuhan mengangkat yang rendah dan memberi makan kepada yang lapar. Hal ini membuktikan bahwa Natal bukan sekedar perayaan keagamaan, tetapi juga symbol dari kasih dan kepedulian yang mendalam bagi mereka yang membutuhkan.  Selamat menyelami makna natal tahun ini.

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *