KESAKSIAN HIDUP ELISA

SURAT GEMBALA

Minggu, 20 OKTOBER 2019

KESAKSIAN HIDUP ELISA

(I RAJ 19:16, 19-21, II RAJ 2-5)

Syalom.. Nama “Elisa” berasal dari kata Ibrani “Eleseus” yang berarti  “Allah itu Juruselamat”. Ia dipanggil untuk menggantikan Elia dalam melanjutkan tugas pelayanannya di Kerajaan Utara.  Ayah Elisa bernama Safat dari Abel-Mehola. Mereka tinggal di lembah Yordan (I Raj 19:16)  jadi Elisa adalah Seorang anak petani yang terbiasa dengan kerja keras, setiap hari dia bekerja di ladang. Allah memanggil Elisa sejak masih muda dan ia mengakhiri pengabdiannya sebagai Nabi kurang lebih pada usia 90 tahun yang menarik dari karakter dan kepribadiannya adalah bahwa Elisa merupakan pribadi yang peduli dengan persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Paling tidak ada 3 kesaksian hidup Elisa yang dapat diteladani :

Pertama, Taat pada panggilan Tuhan (I Raj 19:19-21). Tuhan mengenal Elisa sebelum Elia tiba (ayat 16)  Tuhan memanggil Elisa sebelum Elia berjumpa dan menyampaikan kepada Elia. (Efesus 1: 4)  Tuhan menggunakan Elia untuk memberitahu Elisa tentang panggilan-Nya. Tuhan menggunakan hamba-Nya untuk  memenuhi kehendak-Nya. Kita harus terbuka untuk pelayanan hamba-hamba Allah. Yang luar biasa respon Elisa ; Elisa memilih pilihan yang tepat bagi Tuhan, Ia siap meninggalkan orang tua, Ia juga rela meninggalkan posisi/kedudukan sebagai tuan yang memiki pekerja-pekerja diladangnya. Ia juga siap meninggalkan cita-cita dan keinginan duniawinya. Dia membakar bajaknya di ladang dan membuat panggang-panggang untuk memanggang lembu-lembu bagi para pekerjanya. Lingkungan sekitar akan tahu bahwa ada Nabi baru di daerah itu !

Kedua, dipenuhi dengan kuasa Tuhan (II Raj 2-5). Rahasia dipenuhi dengan Kuasa Tuhan ialah : Menerima mandat Ilahi sebagai Nabi (I Raj 19:16, 19-21, II Raj 2:9-17). Bukti Elisa memiliki Kuasa Allah sangat jelas dalam totalitas kehidupan dan pelayanannya diantaranya ; Menyehatkan mata air di Yerikho (II Raj 2:19-22). Memulihkan dari keguguran. Menegakkan  kehormatan seorang Nabi (II Raj 2:23-25). Anak-anak Betel menghina dengan menyerang kelemahan personal (fisik)…dikutuk Elisa kemudian keluar 2 beruang hutan menerkam 40 anak-anak tersebut. Mujizat minyak pada seorang janda yang terlilit hutang (II Raj 4:1-7). Membangkitkan anak perempuan Sunem dari kematian (II Raj 4:8-37) Mentahirkan sayuran beracun (II Raj 4:38-41). Menyembuhkan Naaman (II Raj 5:1-27).

Ketiga, Tetap jadi berkat, bahkan setelah  mati (II Raj 13:21). Sepanjang masa pelayanan Elisa sebagai Nabi, tidak ditemukan satupun kisah yang mencemarkan namanya. Bahkan karena keterlibatannya, Bangsa Israel dapat menghindari banyak malapetaka. Bahkan pada akhir hidupnya, ia mendapatkan perhatian penuh dari Raja Yoas. Memang ia tidak saja melayani masyarakat, tetapi juga para petinggi Negara. Hal ini membuktikan bahwa kehidupannya yang benar dan hatinya yang tulus sebagai Nabi. Pada suatu kali orang sedang menguburkan mayat. Ketika mereka melihat gerombolan datang, dicampakkan merekalah mayat itu ke dalam kubur Elisa, lalu pergi. Dan demi mayat itu kena kepada tulang-tulang Elisa, maka hiduplah  ia kembali dan bangun berdiri (II Raj 13:21).

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *