KEKUATAN PEREMPUAN DALAM PENGINJILAN

SURAT GEMBALA

MINGGU, 07 MEI 2023

 

KEKUATAN PEREMPUAN DALAM PENGINJILAN

 

Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnyalah aku telah mengatakannya kepadamu. Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan BERLARI CEPAT-CEPAT UNTUK MEMBERITAHUKANNYA KEPADA MURID-MURID YESUS.

Matius 28 : 8

Tanggung jawab Pemberitaan Injil sering dianggap sebagai tugas para Pendeta, Penginjil atau kaum laki-laki didalam gereja. Akan tetapi Firman Tuhan mencatat bahwa sesungguhnya pemberita Injil pertama justru kaum perempuan yaitu Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus dan Salome (Markus 16 : 1). Mereka diberikan kehormatan oleh Tuhan menjadi orang pertama yang bertemu dengan Yesus setelah kebangkitan-Nya. Dibandingkan dengan 11 murid Yesus yang laki-laki yang memilih tinggal di dalam ruangan yang terkunci karena takut kepada orang-orang Yahudi (Yohanes 20 : 19), para perempuan itu justru pagi-pagi keluar ke kubur Yesus untuk merempahi mkyat Yesus. Sebagai Pengikut Yesus pastilah juga mereka terancam, tetapi mereka tidak merasa takut. Mereka focus kepada mayat Yesus dan bukan kepada situasi Politik dan keadaan yang terjadi saat itu di Yerusalem.

Selain itu, Alkitab perjanjian Baru juga mencatat beberapa nama perempuan yang berkontribusi (memberikan sumbangan) secara langsung didalam Penginjilan, antara lain :

  1. Lidia (Kisah Para Rasul 16 : 14-15), seorang perempuan penjual kain Ungu dari kota Tiatira yang menerima Yesus dan yang dengan sangat meminta kepada Paulus dan Silas untuk tinggal dirumahnya di Filipi sebagai bukti pertobatannya. Paulus dan Silas juga pergi ke rumah Lidia saat mereka keluar dari Penjara di Filipi (Kisah Para Rasul 16 : 40).
  2. Priskila dan suaminya Akwila (Kisah Para Rasul 18 : 3) tukang kemah yang menampung Paulus di Korintus, yang telah MEMPERTARUHKAN NYAWA mereka untuk Paulus (Roma 16 : 4), dan yang menjadikan rumah mereka sebagai tempat jemaat bukan Yahudi untuk berkumpul (Roma 16 : 4-5). Mereka mengikuti Paulus ke Epsesu dan tinggal di Epesus (Kisah Para Rasul 18 : 19). Priskila dan Akwila juga membimbing Apolos seorang yang fasih berbicara dan sangat mahir dalam soal-soal kitab Suci, tetapi ia hanya mengetahui Baptisan Yohanes (Kisah Para Rasul 18 : 24-26). Alkitab selalu menulis nama Priskila mendahului nama Akwila suaminya, mungkin untuk menekankan peranannya yang dominan dalam mendukung pelayanan Pemberitaan Injil.

Oleh sebab itu seharusnya kaum Perempuan menyadari betapa besar peranan dan pengaruh yang dapat mereka lakukan dalam menopang dan melaksanakan Penginjilan. Pertanyaan hari ini; apakah kaum perempuan mau menggunakan kelebihan yang ada pada mereka untuk memberitakan Injil. Dari segi kemampuan berbicara di kalaim kaum perempuan  bisa mengucapkan 20 ribu kata setiap hari dibandingkan kaum laki-laki yang hanya memiliki kemampuan 7 ribu kata.  Kaum perempuan lebih mudah membentuk komunitas dan tidak mudah dicurigai didalam masyarakat, selain itu kaum perempuan dapat dengan mudah melakukan peran laki-laki (Manly) dibandingkan laki-laki melakukan peran perempuan (Girly). Perempuan lebih mampu mengendalikan emosi. Hanya dengan menagis, kondisi emosi perempuan bisa pulih dalam waktu singkat, hal itu berbeda dengan laki-laki yang umumnya tidak gampang menagis dan juga kondisi emosi yang tidak gampang pulih. Kaum perempuan juga memiliki kemampuan untuk mengerjakan banyak tugas (Multi Tasking) dalam satu kesempatan.

Pertanyaan : Apakah kekuatan ini digunakan untuk memberitakan Injil atau untuk hal yang lain.

Selamat Hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati, Shalom……..!!

Oleh : Pdt. RUSTAM MILING, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *