KEDEWASAAN IMAN DEBORA

KEDEWASAAN IMAN DEBORA

HAKIM-HAKIM 4:1-24

 

Shalom, Kedewasaan tidak dapat diukur dengan umur dan jenis kelamin  tetapi dri tanggungjawab. Pemimpin yang Dewasa dalam iman memiliki kaitan yang erat dengan  keteladanan, dan keteladanan tercermin dalam perilaku, perkataan, pemikiran, bahkan cara seorang pemimpin menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.  Salah satu keteladanan kepemimpinan yang menarik untuk dilihat dan dipelajari ialah seorang tokoh Perempuan yang bernama Debora.  Dalam Kitab Hakim-Hakim kita selalu diperhadapkan dengan Kebiasaan lama-siklus terulang kembali, setiap di zona zaman-masa aman tentram, berkelimpahan dan makmur Israel kembali berdosa dan Tuhan menyerahkan mereka ketangan musuh yang kuat-raja YABIN-KANAAN , Israel ditindas selama 20 tahun(1-3) dan yang menarik setiapkali mereka bertobat , berseru kepada Tuhan dan memohon belaskasihan. Tuhan memunculkan hakim untuk menolong mereka. Secara Khusus dalam konteks ini, Tuhan memunculkan “Debora”. Siapakah Debora? Debora atau dvora (bahasa ibrani: דְּבוֹרָה, standar dəvora tiberias dəḇôrāh, artinya “lebah”) adalah seorang nabiah dan hakim perempuan satu-satunya dari zaman pra-kerajaan israel di dalam perjanjian lama dan tanakh. Debora tetap tunduk kepada sang suami lapidot dalam kehidupan sehari-hari.*  pernikahan tidak pernah dirancang untuk menghalangi pelayanan perempuan; pernikahan justru dirancang untuk mendukung pelayanan. seorang hakim atas orang israel (4:1-24)serta seorang penyanyi dan penyair(5:1-31). Kebiasaan duduk  di bawah pohon kurma di antara rama dan bethel di pegunungan efraim(5) Bani israel selalu datang untuk meminta petunjuk atau keputusan(5). Paling tidak ada dua bukti kedewasaan iman Debora yang dapat diteladani:

Pertama, Nyata dalam Action-Kebranian untuk bertindak(4:3,5, 13-14). Debora berani karena kebenaran yang diyakininya sesuai dengan penyataan Tuhan.  Dalam menjalankan tugas Debora tidak sendiri, mereka bekerja sama untuk menjalankan tugas tersebut. Pasukan 10 ribu(6) vs 900 kereta besi+ seluruh rakyat dari Haroset-Hagoyim(3,13). Mengajak orang pada kebaikan(5). Orang-orang datang kepadanya meminta nasehat.  Debora mencoba mengajak Israel kembali kepada Allah. Menjadi motivator(4:14) Lalu berkatalah Debora kepada Barak: “Bersiaplah, sebab inilah harinya TUHAN menyerahkan Sisera ke dalam tanganmu. w Bukankah TUHAN telah maju di depan  engkau?” Lalu turunlah Barak dari gunung Tabor dan sepuluh ribu orang mengikuti dia.

Kedua, Nyata dalam karakter kehidupan(4:1,6-9). Jujur terhadap kebenaran(6-7). Debora dipakai Tuhan untuk mengatakan kepada Barak bahwa Tuhan memerintahkan Barak untuk memimpin pasukan untuk melawan Sisera. Maksud Debora menyuruh Barak maju sendiri adalah untuk memberi kesempatan supaya Barak sendiri yang akan dikenang dalam sejarah perjuangan orang-orang Israel pada waktu itu. Namun, Barak mengatakan “jika kamu ikut maka aku akan ikut” Terlihat Barak menolak maksud Debora, karena Barak sedang dikuasai oleh ketakutan terhadap kekuatan musuh.  Memiliki sikap rendah hati(6). Kebanyakan orang akan mengambil bagian dalam memimpin perang yang sudah diketahui bahwa dia akan menang dalam perang itu sehingga akan mendapat banyak pujian, hadiah dan kehormatan. Namun, berbeda halnya dengan yang dilakukan oleh Debora. Debora tidak suka mencari pujian terhadap diri sendiri. Debora biasa hidup dalam kerendahan hati.  Menghadapi kehidupan di tengah-tengah krisis, sikap rendah hati itu penting, karena orang yang merendahkan diri di hadapan Tuhan, mereka itulah yang akan ditinggikan pada waktunya. Menjadi Pendengar yang baik(8-9). Debora tidak memotong pembicaraan Barak ketika Barak menyampaikan suatu usulan, walaupun sebelumnya Debora tahu bahwa Tuhan sudah mengatakannya. Debora menghargai usulannya dan mendengar tentang pernyataannya tidak maju tanpa ditemani Debora.  Debora menerima usulan Barak, tetapi konsekuensinya ialah Barak tidak akan mendapat kehormatan. Debora adalah pemimpin yang peduli terhadap bangsanya(1). Kepeduliannya tidak hanya dalam masalah sosial politik, Debora sangat prihatin terhadap kerohanian bangsanya yang sangat terpuruk (Hak 4:1). Debora adalah orang yang mengerti orang lain(8). contohnya pada ayat 8 Barak mau maju kalau Debora menemaninya.  Debora ingin mengerti apa keinginan Barak, kemudian Debora mengabulkan keinginan Barak agar menemaninya dalam pertempuan (Hakim-hakim 4:9)

Leave a Comment

Your email address will not be published.