KASIH YANG MENDOAKAN MISI DAN PENGINJILAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 09 Agustus 2020

 

KASIH YANG MENDOAKAN MISI DAN PENGINJILAN.

Dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu didalam Roh dan berjaga-jagalah didalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk SEGALA ORANG KUDUS, juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil.

Efesus 6 : 18-19

 

Sebagai seorang pemberita Injil, Rasul Paulus memohon kepada jemaat di Efesus untuk mendoakan dia. Sebagai seorang Penginjil yang terdidik dalam hukum Tuhan dibawah Gamaliel (Kisah Para Rasul 22 : 3), Rasul Paulus tentulah memiliki kemampuan dan pengalaman yang tidak diragukan. Tetapi dalam hal memberitakan Injil, dia sangat memerlukan dukungan doa agar waktu dia membuka mulutnya diberikan PERKATAAN YANG BENAR dan KEBERANIAN untuk memberitakan rahasia Injil. Sesungguhnya, doa merupakan faktor yang sangat menentukan dalam kegiatan pemberitaan Injil, sebab perjuangan memberitakan Injil pastilah akan berhadapan dengan kekuatan Iblis. Efesus 6 : 12 : Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Doa merupakan sarana ilahi untuk MENGIKAT DAN MELUMPUHKAN kekuatan Iblis. Matius 12 : 29 : Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang kuat dan merampas harta bendanya apabila tidak DIIKATNYA DAHULU ORANG KUAT ITU ? Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. Memberitakan Injil dan memenangkan jiwa merupakan tindakan MERAMPAS dan MEMERDEKAKAN jiwa dari kekuasaan iblis. Yudas 1 : 23 : Selamatkanlah mereka dengan jalan MERAMPAS MEREKA dari api. Kita harus ingat, setiap upaya untuk memberitakan Injil dan memenangkan jiwa PASTI mendapatkan perlawanan dari iblis. Oleh sebab itu kita HARUS mengandalkan doa untuk perlindungan dan pertolongan Tuhan. Pemberitaan Injil tanpa kuasa Tuhan PASTI akan gagal. Yesus SELALU mengawali dan mengakhiri pelayanan-Nya dengan doa, meskipun dia sendiri adalah Tuhan. Saat menghadapi JALAN SALIB (Via Dolorosa), Yesus mempersiapkan dirinya dengan bergumul didalam doa. Keberhasilan dalam menginjili dan memenangkan jiwa sangat tergantung pada ketekunan kita mendoakannya.

Fakta orang Kristen saat ini, sering kita lebih mengutamakan METODE dan TEHNIK penginjilan sebagai jaminan “KEBERHASILAN” dalam memberitakan Injil dan memenangkan jiwa. Doa dianggap sebagai KELENGKAPAN dan bukan sebagai SENJATA UTAMA. Doa dilakukan pada waktu ada masalah. Dalam kegiatan penginjilan ada yang PERGI tetapi ada juga yang MENGUTUS. Mengutus bisa dengan biaya, sarana dan fasilitas, tetapi juga kita yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi pendukung penginjilan melalui doa.

Pertanyaan : Pernahkah kita secara terus menerus mendoakan para Misionaris dan upaya-upaya pemberitaan Injil? Waktu kita mengangkat tangan berdoa kepada Tuhan maka Tuhan PASTI turun tangan. “Kepada-Ku telah diberikan SEGALA KUASA di sorga dan di bumi, KARENA ITU PERGILAH, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” (Matius 28 : 18-19).

 

Selamat Hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *