Kasih Yang Memulihkan

SURAT GEMBALA

Minggu, 13 DESEMBER 2020

Kasih Yang Memulihkan

(Lukas 15:21-24)

 

“Kata anak itu kepadanya : Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.”

Arti Memulihkan

Dalam bahasa Inggris kata memulihkan adalah restore yang artinya mengembalikan, memulihkan, memperbaiki, memugar, memperbaharui, dan memulangkan. Ini berarti, kata memulihkan bukan untuk mengubah dari suatu keadaan yang lama menjadi suatu keadaan yang baru, melainkan mengembalikan keadaan kita saat ini kepada suatu keadaan bagaimana kita diciptakan pertama kali.

Pada awal penciptaan, manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1:27), maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Segambar dan serupa dengan Allah dalam bahasa aslinya adalah tselem dan demut, yang sama-sama memiliki arti menyerupai. Pada zaman dahulu, negeri penjajah membangun patung penguasa di negeri jajahannya, sebagai simbol kekuasaannya. Meskipun dirinya tidak ada di sana, namun patung yang ada di sana melambangkan kepemimpinan sekaligus kekuasaannya terhadap negeri jajahan tersebut.

Inilah makna manusia diciptaan segambar dan serupa dengan Allah, sebagai bentuk simbol kepemimpinan dan kekuasaan Allah dalam dunia. Keduanya adalah rekan sekerja, dimana manusia diberikan mandat untuk beranak cucu serta diberikan kuasa atas bumi ciptaan Allah (Kejadian 1:26 & 28). Allah menciptakan manusia dalam keadaan kudus, dan sempurna dari antara ciptaan yang lainnya. Namun ketika manusia jatuh ke dalam dosa, wujud dirinya sebagai ciptaan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah menjadi rusak, bahkan bayang-bayangnyapun sulit untuk dikenali, karena telah mengalami kerusakan secara total atau menyeluruh. Inilah keadaan kita saat ini, rusak secara total karena hidup dalam tabiat dosa.

Allah tidak tinggal diam dengan keadaan kita saat ini. Diri-Nya sebagai kreator tidak pernah berhenti menciptakan rancangan-rancangan-Nya bagi kita orang-orang berdosa. Meskipun kita hidup sebagai pemberontak di hadapan Allah, namun Allah tetap memperhatikan dan menuntun kita untuk hidup seturut dalam kehendak Allah. Ini semua karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini (Yohanes 3:16). Allah setia dalam kasih-Nya, dan tidak akan pernah berubah. Allah ingin kita hidup dalam jalan-Nya dan dalam rancangan-Nya. Karena kita tahu bahwa rancangan-Nya baik bagi kita (Yesaya 29:11), Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Mengapa pemulihan itu penting dalam kehidupan kita? Karena melalui pemulihan yang kita alami di dalam kasih Allah, maka kita akan menerima empat hal yaitu:

Kita menerima pendamaian dengan Allah.

Kita diadopsi oleh Allah.

Kita dibenarkan oleh Allah.

Kita menerima keselamatan.

 

Selamat hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

 

Oleh : Renaldo Pando Simanjuntak, S.Th

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.