KASIH YANG MELAYANI

SURAT GEMBALA

Minggu, 13 FEBRUARI 2022

 

KASIH YANG MELAYANI

Barangsiapa TERBESAR diantara kamu hendaklah ia MENJADI PELAYANMU.

Matius 23 : 11

 

Dalam pandangan duniawi, menjadi PELAYAN apalagi menjadi HAMBA adalah suatu profesi atau pekerjaan yang dianggap sangat rendah dan hina. Tetapi Yesus menegaskan bahwa MELAYANI adalah sebagai tanda kedewasaan rohani dan merupakan CARA UNTUK MENJADI YANG TERBESAR. Markus 10 : 43 : Tidaklah demikian diantara kamu. Barangsiapa INGIN MENJADI BESAR diantara kamu hendaklah ia MENJADI PELAYANMU. Yesus sendiri memberikan teladan Pemimpin yang melayani ( Servant -Leadership). Markus 10 : 45 : Karena Anak manusia juga datang bukan untuk DILAYANI, melainkan untuk MELAYANI dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Dalam bukunya yang berjudul A Servant Leader (Pemimpin-Pelayan), Robert K. Greenleaf berkata : “ A good leaders must first become good servants” (Seorang pemimpin yang baik haruslah terlebih dulu menjadi pelayan yang baik). Presiden Joko widodo berkali-kali menyerukan dan member teladan bagaimana seorang pemimpin yang melayani. Sebagai pemimpin yang melayani, tugas seorang pemimpin haruslah MENEMUKAN APA YANG MENJADI KEBUTUHAN orang-orang yang dia pimpin dan berusaha untuk mencari cara untuk memenuhinya, bukan sekedar apa yang menjadi keinginan orang-orang yang dipimpinnya.

Seorang anak kecil akan selalu berpikir untuk meminta dan menuntut agar keinginannya dipenuhi, akan tetapi seorang yang dewasa akan selalu berpikir bagaimana caranya untuk mencari, menyediakan dan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan anaknya. Demikian halnya dalam kehidupan Kekristenan. Orang Kristen Dewasa akan selalu berpikir untuk member dan melayani, akan tetapi orang Kristen yang masih “BAYI” secara rohani akan selalu menuntut sampai keinginannya dipenuhi. Dia menjadikan orang lain dan bahkan ibadah untuk memenuhi dan memuaskan keinginannya.

Kita haruslah selalu ingat, dalam kehidupan rohani, TIDAK SEMUA ORANG YANG MELAYANI ADALAH ORANG YANG DEWASA SECARA ROHANI, AKAN TETAPI SETIAP ORANG YANG DEWASA SECARA ROHANI AKAN SELALU RINDU MELAYANI TUHAN DAN SESAMA. Dalam Injil Lukas 10 : 38-42, Alkitab mencatat tentang dua bersaudara yaitu MARTA dan MARIA. Lukas 10 : 39 – 40 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini dekat kaki Tuhan dan TERUS MENDENGARKAN PERKATAAN-NYA, sedang MARTA SIBUK SEKALI MELAYANI. Ia mendekati Yesus dan berkata : “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan AKU MELAYANI SEORANG DIRI? Suruhlah dia membantu aku.” Secara duniawi, Marta adalah orang yang bekerja keras untuk melayani, sedangkan Maria HANYA DUDUK DAN TERUS MENDENGARKAN PERKATAAN YESUS. Marta kelihatan lebih Peduli dan Rohani, tetapi hatinya penuh dengan tekanan dan persungutan. Melayani Yesus dan rombongannya MENJADI BEBAN BERAT sehingga dia merasa diperlakukan tidak adil oleh Maria adiknya juga oleh Yesus. Pertanyan bagi kita : Benarkah Maria tidak melayani? Yohanes 12 : 3 Alkitab mencatat, Maria yang duduk dekat kaki Yesus itu MENGAMBIL SETENGAH KATI MINYAK NARWASTU MURNI YANG MAHAL HARGANYA, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya. Nilai pengorbanan Maria JAUH LEBIH BESAR DARI PENGORBANAN MARTA, tetapi dia tidak bersungut.

Apakah yang membedakan “PELAYANAN” Marta dan Maria ? Marta melayani sebagai KEWAJIBAN MANUSIA semata, bukan karena roh yang didewasakan oleh Tuhan dan Firman-Nya, sehingga pelayanan yang BIASA DAN SEDERHANA pun menjadi beban berat yang menekan dia, sedangkan Maria melayani dengan hati dan roh yang telah diperbaharui oleh Tuhan dan Firman-Nya, sehingga dia MEMILIKI KUASA untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan mahal dan sangat bernilai dengan sukacita.

Selamat Hari Minggu, Selamat Beribadah, Tuhan Yesus memberkati……!!

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.