KASIH SEJATI ADALAH DASAR MISI DAN PENGINJILAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 02 AGUSTUS 2020

 

KASIH SEJATI ADALAH DASAR MISI DAN PENGINJILAN

I YOH 4:11-21

 

Shalom…Puji Tuhan, tidak terasa kita telah memasuki bulan Misi tahun ini. Tema sentral bulan ini adalah “ Kasih dalam Misi dan Penginjilan” (Luk 15:7) dengan thema minggu pertama ini : ”Kasih sejati adalah dasar misi dan penginjilan” (I Yoh 4:11-21). Kasih yang sejati bersumber dari Allah. Kasih sejati tersebut dapat kita miliki dan seharusnya kita miliki karena Yesus Kristus telah kita terima menjadi Juruselamat didalam hati kita (Roma 5:5) dengan kata lain kesempurnaan manusia dan keserupaan dengan Kristus adalah hal yang sama.  Paling tidak ada 5 (lima) bukti bahwa Kasih sejati adalah dasar dalam Misi dan Penginjilan menurut I Yoh 4:11-21:

Pertama, Kasih sejati mendorong kita untuk mengasihi (4:11-12). Kasih Allah menurut  pandangan Alkitab : Kasih Allah itu sangat besar (1 Yoh 4:11 bandingkan dengan Yoh 3:16, 1 Yoh 3:1). Kasih Allah tsb seharusnya mendorong  kita untuk mengasihi. Ada  2 akibat jika kita saling mengasihi : 1). Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita (1 Yoh 4:12):1). Allah tetap dalam kita . 2). Kasih-Nya sempurna

Kedua, Kasih sejati membuat kita mengetahui bahwa Allah tinggal didalam kita (4:13-16). Ada  3 hal yang memastikan kepada kita bahwa Allah ada di dalam kita, dan kita di dalam Dia :

  • Menuruti segala Perintah Allah. Barang siapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita (1 Yoh 3:24)
  • Mengakui dengan mulut dan percaya dalam hati bahwa Yesus adalah Tuhan. Barang siapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, tetap berada di dalam Dia dan Dia di dalam Allah (1 Yoh 4:15) bdg Roma 10:9 ; Sebab jika kamu mengaku  dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan  dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
  • Mengenal dan telah percaya akan Kasih Allah. Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih,dan barang siapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia (I Yoh 4:16)

Ketiga, Kasih sejati membuat kita memiliki keberanian pada hari penghakiman (4:17). Alkitab pastikan bahwa semua manusia akan menghadapi pengadilan Kristus untuk di hakimi. “Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2 Kor 5:10). Keberanian menghadapi hari penghakiman karena  mengalami kasih Allah yang sempurna. Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya  pada hari penghakiman,  karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini (1 Yoh 4:17).  Keberanian ini terjadi  karena kita mempraktekan dan menghidupi kasih (1 Yoh 4:12).

Keempat, Kasih sejati melenyapkan ketakutan (4;18). Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih (I Yoh 4:18). Kekuatan dari kasih yang sempurna itu ialah melenyapkan ketakutan. Kita harus terlepas dari ketakutan karena ketakutan mengandung hukuman. Orang yang takut menandakan pribadi yang tidak sempurna dalam Kasih.

Kelima, Kasih sejati nyata dalam perbuatan (4:19-21). Dasar kasih sejati ialah Kasih Allah. “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita” (1 Yoh 4:19). Mengasihi adalah Perintah Allah.  Dan perintah ini kita terima dari Dia : Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya (1 Yoh 4:21). Bukti kasih sejati dalam perbuatan. Jikalau seorang berkata : “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta,  karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya,   tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4: 20 ).

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *