KASIH KEPADA JIWA-JIWA

SURAT GEMBALA

Minggu, 23 Februari 2020

KASIH KEPADA JIWA-JIWA

MARKUS 2:1-12

Syalom..Jemaat yang dikasihi Tuhan, kasih kepada jiwa-jiwa adalah hal yang sangat penting kerena menjadi Bukti Kasih kepada Allah. Kasih kepada Allah akan membuat kita mengasihi jiwa – jiwa. Sebaliknya, tidak ada kasih / beban untuk jiwa – jiwa = tidak mengasihi Allah (Matius 22 : 36 – 40). Kemudian membuktikan Tanggung jawab iman. Setiap kita yang telah menerima keselamatan dari padaNya (Rom 10:9-10), dipanggil untuk menyampaikan keselamatan bagi orang – orang yang terhilang (Yesaya 61 : 1-3, Luk 4:18-19, Rom 10:13-15) dan terakhir sebagai Bukti kedewasaan rohani. dewasa : mampu memberi diri bagi orang lain, memulihkan orang lain, memuridkan, mengajar, dll (Ibr 5:12,14).

Dalam Markus 2:1-12 ada 4 tokoh yang mewakili model manusia atau Jemaat Tuhan masa kini, yang pertama, Orang Lumpuh; mewakili pribadi yang tidak berdaya (terikat dengan dosa dan kegelapan, sakit dll) sangat membutuhkan Yesus. Kedua, Orang Banyak;  mewakili pribadi yang Cinta Tuhan, rajin beribadah tetapi tidak peduli dengan jiwa-jiwa, mereka hanya mementingkan diri/kenyamanan dalam peribadahan dan masa bodoh terhadap jiwa-jiwa. Ketiga, Para ahli Taurat; mewakili pribadi yang beribadah,  suka belajar Firman tetapi kerjanya suka mengkritik, mencari kesalahan dan kelemahan gereja. Di matanya selalu ada kesalahan, pribadi ini menuntut yang sempurna.. dan terakhir Empat orang yang cinta Tuhan dan mengasihi jiwa-jiwa orang yang tak berdaya serta membawa kepada Yesus.  Paling tidak ada 2 bukti pribadi yang mengasihi jiwa-jiwa menurut Markus 2;1-12;

Pertama, Menyatakan kasih dalam tindakan (3-4). Berani bayar harga. Pengorbanan waktu, tenaga, dana, perasaan (3), berani menanggung konsekuensi/resiko (4) dan Memiliki prinsip “segala sesuatu yang dilakukan untuk kemuliaan Tuhan bukan untuk kemuliaan diri” bukan nama mereka yang terkenal tetapi nama Tuhan itu sebabnya nama keempat orang tersebut tidak tercatat (3b).

Kedua, mengutamakan keslamatan pribadi jiwa-jiwa yang tak berdaya (5). Bukti mengutamakan keselamatan jiwa; A. memastikan beriman kepada Yesus (5a). Memastikan Pribadi yang tidak berdaya siap berjumpa dengan Yesus. Artinya pribadi yang berjumpa dengan Yesus telah menerima Yesus menjadi Tuhan dan juruselamat secara Pribadi.  Bertanggungjawab terhadap pertanyaan dan menjawab dengan bijak  serta cakap mengajar mereka.  “sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar” (II Tim  2:24). Ada beberapa pertanyaan yang sering muncul dalam penginjilan, Mengapa orang rajin ke gereja tetapi kelakuannya tetap jahat ? Jawabannya :  Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat  bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa  ?  Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat (Luk 5:31-32).  Kemudian, Jika Tuhan baik mengapa ikut Tuhan masih mengalami banyak masalah, kegagalan dan kesusahan ? Jawabannya : Kemalangan  orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; (Maz 34:20). Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali , tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana (Ams 24:16). B. Mengalami pengampunan dosa (5b). Tuhan Yesus mengutamakan Kesembuhan Rohani. Kesembuhan jasmani adalah bukti bahwa Allah berkuasa mengampuni dosa (10-11) dan menjadi Kesaksian bagi banyak orang (12).

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *