KASIH FILIA

SURAT GEMBALA

Minggu, 19 Januari 2020

KASIH FILIA

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan TETAPI MENUTUP PINTU HATINYA terhadap saudaranya itu, bagaimana kasih Allah dapat tetap didalam dirinya ?

I Yohanes 3 : 17

 

Kata Filia berasal dari kata PHILEO, yaitu satu jenis perasaan kasih atau cinta dalam tradisi Kristen atau tradisi Yunani yang dilandasi oleh RELASI PERSAHABATAN (Friendship). Kasih Filia memang menempati level lebih baik kepada tetangga, kepada saudara dan kepada orang sewarga dibandingkan dengan orang yang tidak kita kenal. Yesus menggunakan kata Filia untuk menggambarkan kasih dari orang Samaria yang murah hati. Kasih Filia berbeda dengan kasih Storge yang menekankan hubungan pertalian darah (Relation in Blood). Kasih Filia memungkinkan kita untuk mengasihi siapa saja yang dapat kita kenal dan kita temui.

Kasih Filia mendorong kita untuk mengasihi bahkan orang yang berbeda sama sekali daripada kita. Matius 5 : 46 : Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu ? Bukankan pemungut cukai juga berbuat demikian ? Dalam pemberitaan injil, kasih Filia memegang peranan yang sangat penting. Kasih Filia memampukan kita untuk membangun PERSAHABATAN dengan orang lain yang mungkin baru kita kenal dan bahkan yang baru kita temui. Persahabatan akan menimbulkan saling percaya. Pada waktu orang lain memiliki kepercayaan kepada kita, maka sangat besar kemungkinan bagi dia untuk mempercayai atau paling tidak “menghargai” berita injil yang kita sampaikan.

Kasih Filia juga sangat ampuh untuk menangkal faham Primordialisme dalam gereja dan dalam masyarakat. Faham primordial akan menggunakan saluran : Hubungan darah, Agama dan kesukuan. Faham Primordialisme menjadikan manusia menjadi ekslusif (memisahkan diri) dari kelompok yang lain. Hal itu sangat tidak boleh terjadi didalam masyarakat apalagi didalam gereja. Yesus menekankan pentingnya Kasih Filia dalam hubungan dengan sesama. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pandangan bangsa Yahudi yang sangat eksklusif, yang memandang bangsa mereka sebagai bangsa yang paling baik. Mereka bahkan menolak BERGAUL dengan bangsa lain bukan Yahudi.

Dalam praktek bergereja dan bermasyarakat hari ini, kita seharusnya memiliki kasih Filia yang didasarkan pada kasih Allah akan seluruh umat manusia. Yohanes 3 : 16 : Karena begitu besar kasih ALLAH AKAN DUNIA INI, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya SETIAP ORANG YANG PERCAYA kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Allah mengasihi seluruh isi dunia ini, siapapun dia dan apapun keadaannya. Tuhan ingin kita memiliki kasih kepada sesama manusia sebagaimana Allah mengasihi mereka.

Selamat Hari Minggu, Selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati.

 

Oleh : Pdt. Rustam Miling, S.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *