HIDUP UNTUK MENJADI BERKAT

SURAT GEMBALA

Minggu, 23 JANUARI 2022

 

HIDUP UNTUK MENJADI BERKAT

(MAZ 24:1-10)

 

Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. ”Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” ”Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! ”Siapakah itu Raja Kemuliaan?” ”TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! ”Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” ”TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela

Shalom, Kamus Besar Bahasa Indonesia, memberikan empat definisi dari berkat. Pertama, karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia. Kedua, doa restu dan pengaruh baik (dari orang-orang yang dihormati). Ketiga, makanan dan lain sebagainya yang dibawa pulang sehabis kenduri. Keempat, mendatangkan kebaikan; bermanfaat; berkah. Kamus Umum Bahasa Indonesia, memberikan dua definisi dari berkat. Pertama, apa yang diterima manusia dari Tuhan (harta, kesehatan, kebahagiaan, rezeki dan lain sebagainya untuk kehidupan). Kedua, sedekah; selamatan (di Sunda). Sedangkan Kamus Webster’s, mendefinisikan berkat sebagai one who blesses; a benediction; a means of happiness or walfare; a beneficent gift; in analogous or devired senses (orang yang memberkati; sebuah berkah; sarana kebahagiaan atau kesejahteraan; hadiah yang bermanfaat; dalam arti analog atau menyimpang). Alkitab menjelaskan Berkat dengan dua kata “Barak”(PL) dan Eulogeo(PL).  Dalam kontek Alkitab, ini berarti suatu bentuk penyataan atau pewahyuan dari Allah kepada umat-Nya tentang berkat, keuntungan, kenyamanan, dan damai. Dan ucapan tersebut dinyatakan dalam sebuah
aksi Yang nyata.  Jadi kata berkat, diberkati, dan memberkati dirumuskan sebagai suatu tindakan Allah dalam kedaulatan dan kasih-Nya mewahyukan melalui perkataan dan aksinya suatu kondisi yang penuh kelimpahan, kesehatan, keuntungan, dan kedamaian pada umat-Nya. Paling tidak ada 4 rahasia hidup untuk menjadi berkat menurut Mazmur  24:1-10:

PERTAMA, BERGANTUNG KEPADA ALLAH SANG SUMBER DAN DASAR BERKAT(1-2). Mazmur Daud. TUHANlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. Allah adalah sumber berkat: Alam semesta. Musa: “Pada mulanya Allah..”(Kej 1:1),Pelayanan. Yosua: ”setelah Musa hamba Tuhan itu mati berfirmanlah Tuhan kepada Yosua bin Nun, abdi Musa itu…”(Yosua 1:1-2), Keluarga, tempat tinggal, dan negara. Salomo: Berkat Tuhan pangkal selamat (Maz 127:1-5), Sumber penghiburan. Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,  Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang menghibur kami  dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah(II Kor 1:3-4)

KEDUA, MENGALAMI KESELAMATAN(5, 7-10). Keselamatan yang kita miliki itu harus benar-benar dirasakan dan berdampak. Tentu saja dampak atau buahnya itu nyata di dalam hidup kita ini, dalam keberadaan kita, yang tidak boleh sama dengan orang yang tidak memiliki keselamatan. Seharusnya orang dapat menangkap, merasakan, tercelik bahwa kita memiliki Allah yang benar; bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Jadi, dasar kekristenan kita bukan sekadar kita terlahir dalam keluarga Kristen; atau karena tertarik dengan kekristenan, terkait dengan pernikahan dengan orang Kristen, atau faktor lain. Seharusnya, dasar kekristenan kita untuk membuktikan kebenaran adalah kita mengalami Tuhan Yesus Kristus yang merupakan jalan keselamatan satu-satunya. Pembuktian ini tidak hanya dalam pengertian secara nalar atau pikiran, atau dalam proses kognitif. Karena kalau pembuktian hanya dalam pengertian nalar, belumlah membangun kekristenan yang benar keselamatan adalah proses dikembalikannya manusia ke rancangan Allah semula yakni Manusia segambar, serupa dengan Allah. Pengalaman keselamatan adalah proses perubahan karakter. Bukan hanya dari manusia jahat menjadi manusia baik, Tuhan Yesus menyelamatkan kita dari dosa (hamartia); menyelamatkan kita dari kemelesetan.

KETIGA, HIDUP KUDUS(3-4). ”Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” ”Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Hidup Kudus adalah bukti dari pribadi yang telah mengalami Keselamatan.  Kekudusan hidup bukan usaha manusia tetapi karya Allah/anugrah Allah dalam kehidupan orang percaya (Rom 1:7, I Pet 1:23). Dengan kata lain “orang yang sungguh percaya, dengan segenap hati, pikiran, jiwa, dan roh mengizinkan, membuka diri setiap waktu agar Roh Allah yang Kudus dan hidup menguasainya”.

KEEMPAT, MENCARI TUHAN(6). Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela. Penting mencari Tuhan: HANYA DENGAN MENCARI AKAN MENEMUKAN DIA 2 Tawarikh 15:2 …… Bilamana kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi bilamana kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya. HANYA DENGAN MENCARI AKAN DIPUASKAN  Mazmur 34:11 Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik. HANYA DENGAN CARI KITA HIDUP Amos 5:6  Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, Menikmati hidup di dunia , Menikmati hidup dalam kekekalan. HANYA DENGAN MENCARI  KITA BERSUKA HATI . Maz 105:3  Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published.