HIDUP DALAM KETULUSAN

SURAT GEMBALA

Minggu, 03 JULI 2022

 

HIDUP DALAM KETULUSAN

MAT 19:14, YOH 6:9

 

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan Surga”.

“Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini ?”

Shalom, Anak-anak yang datang kepada Tuhan empunyai Kerajaan Surga. Salah satu sifat Pribadi yang empunyai kerajaan Surga adalah Hidup dalam Ketulusan. Apapun yang diperbuat dilakukan dengan ketulusan. Inilah yang terjadi dengan anak yang memiliki 5 roti dan 2 ikan. Ketulusan artinya kesungguhan dan kebersihan (hati); kejujuran (KBBI). Secara exsternal ada dua tantangan & Ujian dari kemurnian Motivasi ketulusan; yang pertama bagaimana respon kita terhadap pribadi-pribadi yang tidak tahu berterimakasih. Kemudian yang kedua, pribadi-pribadi yang aji mumpung…sudah ditolong malah melunjak. Memanfaatkan apapun yang kita miliki. Kalau begitu, bagaimanakah ciri-ciri pribadi yang hidup dalam ketulusan:

Pertama, Tidak mencari Pujian (Mat 6:4). Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. ” Pribadi yang memberi mengharapkan pujian Tidak akan dapat upah..karena Pujian dari manusia itulah upah…Pujian dari manusia menghalau berkat dari Surga. “Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya (Mat 6:2). Jangan pamer kebaikan. Apalagi posting di sosial media. Tangan kanan memberi tangan kiri tidak tahu. Lakukanlah sebagai  tanggung jawab bukan karna Pujian.

Kedua, Tidak Mencatat & Mengingat apa yang diperbuat (Luk 6:35). Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka  dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Orang tulus tidak mengungkit-ungkit perbuatan baiknya, membuat orang merasa hutang budi. Tidak menuntut balasan atas kebaikannya.

Ketiga, Tidak menuntut Balasan atas apa yang diperbuat(Mat 6:34). Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu ? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Jangan berbuat sesuatu mengharapkan sesuatu. Jangan menolong mengharapkan pertolongan. Jangan memberi mengharapkan diberi. Rajin2 menabur kepada orang yang tidak bisa membalasnya…jangan membuang garam dilautan. Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! (Rom 12:13) Peringatan: Berbuat baik kepada orang yang berbuat baik adalah keharusan. Berbuat baik supaya dipuji orang adalah kemunafikan. Kebaikan karena mencari muka adalah ITU kepentingan.

Keempat, Menolong semua orang tanpa memandang muka (Mat 25:40). Orang tulus tidak memandang muka tetapi orang bulus memandang muka. Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:40). WHY? Tidak sulit bagi kita melakukan yang terbaik bagi mereka yang punya uang/kaya, Kedududukan/atasan. Tuhan memberikan perumpaan ini supaya kita benar-benar tulus mengasihi yang menurut pandangan kita tidak pantas dikasihi.

Kelima, Tetap berbuat baik kepada orang yang tidak berbuat baik kepada kita (Luk 6:32). dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?  karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. kebaikan adalah kekuatan. jangan berbuat buruk oleh karna kejahatan orang laiin. kebaikan adalah identitas orang percaya. sifat asli orang akan ketahui waktu dia disakiti..lihat reaksinya (1 Pet 3:17). kejahatan dibungkamkan oleh kebaikan (1 Pet 2:15)

Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati…..!!

 

Oleh : Pdt. Paulus Timang, M.Th

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *