Lukas 21:12-13 (TB)
Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi.
Peganiayaan bagi murid Kristus atau pengikut Kristus adalah sesuatu yang tidak dapat TERHINDARKAN dan DIHENTIKAN. Namun penganiayaan atau penderitaan yang Yesus maksudkan yang terjadi bukan karena kesalahan atau pelanggaran, melainkan karena kebenaran, kesetiaan dan kepercayaan kepada Yesus Kristus (1 Petrus 3:14-17 bnd Matius 5:10-12).
Ada banyak bentuk penganiayaan menjelang kedatangan-Nya baik secara verbal maupun non verbal. Gereja yang dewasa adalah gereja yang memahami bahwa penganiayaan bukanlah tanda kemunduran, melainkan bagian dari panggilan Kristus. Bukan kegagalan melainkan kemenangan. Dalam Lukas 21:12–13, Yesus menegaskan bahwa umat-Nya akan menghadapi penolakan, penangkapan, dan tekanan dari berbagai pihak, bahkan dari lingkaran terdekat (Luk.21:16-17) semua ini dialami karena Iman kepercayaan kepada Yesus Kristus.
Namun, justru melalui penderitaan inilah gereja bahkan orang percaya diberi kesempatan ilahi untuk menyatakan Injil. Kedewasaan gereja atau orang percaya terlihat bukan dari kemampuannya menghindari penganiayaan, tetapi dari keberanian menanggungnya dengan hati yang teguh, iman yang setia, dan penguatan dari Roh Kudus. Jadi dalam menghadapi penganiayaan Pertama, Jangan takut- tetapkan hati (Luk. 21:14; Mat. 10:28). Kedua, Tetap setia -bertekun sampai akhir (Luk. 21:19; Mat. 24:13) Ketiga, Bersaksi- jadikan penganiayaan sebagai kesempatan menyatakan Kristus (Luk. 21:13).
Dengan berpegang pada perkataan Yesus, gereja dapat melihat penganiayaan sebagai panggung kesaksian, bukan sebagai ancaman. Jadi saat penganiayaan terjadi INGAT APA YANG YESUS KATAKAN: Matius 5:10-12 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.
Inilah ciri gereja atau orang-orang Kristen yang dewasa dalam menghadapi penganiayaan: tidak takut menghadapi tekanan, tidak berkompromi dengan dunia, dan tetap menjadikan nama Kristus sebagai pusat kesetiaan sekaligus alasan untuk terus bersaksi sampai Ia datang kembali. Yesus berkata; Lukas 12:4-5 (TB) Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
Percayalah penganiayaan dan penderitaan karena Iman kepada Yesus Kristus tidak akan sia-sia; “Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu (Luk.21:18-19 bnd Wahyu 2:10)”.
Selamat hari Minggu, selamat beribadah, Tuhan Yesus memberkati. Shalom…….!!!
Oleh : Ev. Geo Frayanus, M.Th