DEWASA DALAM MENDIDIK ANAK

DEWASA DALAM MENDIDIK ANAK

Ulangan 6:7

“haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.

Mendidik anak merupakan salah satu tanggung jawab terbesar yang Tuhan percayakan kepada setiap orang tua.
Mendidik anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan jasmani mereka, tetapi juga membentuk karakter, iman, dan masa depan mereka. Tugas ini membutuhkan kedewasaan rohani, emosi, dan hikmat.

Dalam ulangan 6:7 menggambarkan bawa firman Tuhan harus di bicarakan dirumah, di perjalanan, saat hendak tidur, saat bangun. Artinya orang tau harus mendidik secara berulang ulang setiap hari.

Di zaman sekarang, tantangan dalam mendidik anak semakin besar. Pengaruh media sosial, pergaulan, perkembangan teknologi, dan berbagai nilai yang bertentangan dengan firman Tuhan membuat orang tua harus semakin dewasa dalam menjalankan tugasnya.

Bagaimana sikap orang tua yang dewasa dalam mendidik anak ?

1. Orang tua yang dewasa menjadikan firman Tuhan sebagai dasar pendidikan anak.
Firman Tuhan berkata, “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu.”
Dasar pendidikan anak bukanlah sekadar pengalaman hidup, tradisi keluarga, ataupun pendapat manusia, tetapi firman Tuhan.

2. Orang tua yang dewasa mengajar melalui kehidupan sehari-hari.
Firman Tuhan melanjutkan, “…membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”
Ayat ini menunjukkan bahwa mendidik anak bukan hanya dilakukan pada saat ibadah atau Sekolah Minggu. Pendidikan rohani berlangsung sepanjang hari melalui percakapan, kebiasaan, dan setiap kesempatan dalam kehidupan.

3. Orang tua yang dewasa menjadi teladan bagi anak-anaknya
Anak-anak lebih mudah meniru apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Mereka memperhatikan bagaimana orang tua berbicara, memperlakukan pasangan, bekerja, beribadah, dan menghadapi masalah.
Karena itu, kedewasaan orang tua terlihat ketika perkataan dan perbuatannya selaras.

Tuhan memanggil setiap orang tua menjadi pendidik pertama bagi anak-anaknya. Kedewasaan dalam mendidik anak bukan diukur dari banyaknya aturan yang dibuat, melainkan dari kehidupan yang berpusat pada Firman Tuhan, penuh kasih, dan konsisten dalam membimbing.

Kiranya setiap keluarga menjadi tempat di mana anak-anak mengenal Tuhan melalui teladan orang tuanya. Dengan demikian, mereka bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, berkarakter baik, dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Oleh : Maria Putri Zaneta Angeline, S.Fil

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *